Otoritas Selidiki Kematian Tragis Paus di Dekat Kapal di New Jersey

Seekor paus mati ditemukan pada haluan kapal kontainer yang berlabuh di New Jersey, memicu investigasi atas penyebab kematian hewan langka tersebut.

Berdasarkan laporan dari Marine Mammal Stranding Center, Penjaga Pantai AS melaporkan bangkai paus itu pada hari Minggu di terminal maritim di Gloucester City, New Jersey. Pusat penyelamatan hewan itu saat ini bekerjasama dengan otoritas setempat untuk memindahkan tubuh paus guna melakukan nekropsi dan mengidentifikasi penyebab kematian.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) juga telah membuka penyelidikan terkait kematian hewan yang terancam punah ini, serta mendorong siapa saja yang memiliki informasi relevan untuk menghubungi hotline lembaga tersebut.

Terdampar di Kapal

Hewan yang mati tersebut sementara diidentifikasi sebagai paus sirip, spesies terbesar kedua di Bumi setelah paus biru. Dalam ukuran penuh, paus sirip dapat mencapai panjang 70 hingga 85 kaki (21 hingga 27 meter) dengan berat sekitar 40 hingga 80 ton (36 hingga 73 metrik ton). Paus mati yang ditemukan di kapal itu diperkirakan berukuran 25 hingga 30 kaki (7,6 hingga 9,1 meter).

Paus sirip dikategorikan sebagai spesies yang terancam punah karena penurunan populasi drastis akibat perburuan komersial historis, yang berakhir pada tahun 1980-an. Saat ini mereka menghadapi ancaman dari tabrakan kapal, polusi kebisingan laut, terjerat alat tangkap ikan, serta dampak perubahan iklim.

Setelah hampir punah, populasi paus di Samudra Atlantik perlahan pulih seiring upaya-upaya baru untuk melindungi mamalia laut raksasa ini. Seperti lumba-lumba dan pesut, paus dilindungi oleh Undang-Undang Perlindungan Mamalia Laut federal, sehingga menyebabkan bahaya apapun pada hewan-hewan tersebut adalah ilegal.

Paus sirip dapat ditemukan di seluruh samudra dunia dan diketahui berenang di perairan dari selatan New Jersey hingga Kota New York.

MEMBACA  Kesalahan Konfigurasi yang Mengganggu Platform Streaming Perusahaan Dapat Membocorkan Data Sensitif