OpenAI Kemungkinan Akan Jual Speaker Pintar dengan Kamera Pengenal Wajah

Sudah bukan rahasia lagi bahwa OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, mengalami kerugian finansial yang sangat cepat. Beberapa perkiraan menyebutkan perusahaan tersebut akan kehabisan dana sekitar tahun 2027 — dan bahkan putaran investasi potensial senilai $100 miliar pun tidak akan mampu menopang operasionalnya dalam jangka panjang.

Lalu, apa yang mungkin membantu? Sebuah produk baru — khususnya, yang dirancang oleh Sir Jony Ive, veteran Apple yang direkrut Mei lalu dengan biaya $6,5 miliar — dengan asumsi produk itu dapat diluncurkan sementara perusahaan masih memiliki kas. Meskipun mengalami berbagai hambatan, OpenAI menyatakan produk pertama Ive akan diumumkan tahun ini, meski mereka masih sangat tertutup mengenai detail produk tersebut.

Kini, The Information mengklaim telah mendapatkan rincian peluncuran pertama itu: sebuah speaker pintar bertenaga AI yang dilengkapi kamera pengenal wajah. Konon, harganya akan berkisar antara $200 hingga $300. Namun — dan mengingat situasinya, ini adalah ‘namun’ yang besar — kita tidak akan bisa melihatnya hingga paling cepat Februari 2027.

Kamera tersebut akan “memungkinkan pengguna membeli barang dengan mengidentifikasi mereka melalui fitur pengenalan wajah serupa dengan Apple’s Face ID,” ungkap anggota grup perangkat AI OpenAI yang beranggotakan 200 karyawan kepada situs tersebut. Apakah pengenalan wajah ini akan mempermudah proses masuk atau digunakan untuk benar-benar membeli produk (sekali kedip untuk pembuat kopi, dua kali untuk frother?), masih belum jelas.

Mashable Light Speed

SEE ALSO:

OpenAI Pensiunkan GPT-4o, dan Komunitas Pengguna yang Punya Hubungan dengan AI Sedih

Speaker pintar mungkin bukan produk paling inspiratif yang dapat dibayangkan oleh sebuah perusahaan AI, namun produk lain konon sedang dalam perjalanan. Menurut laporan tersebut, kacamata AI adalah yang berikutnya, tetapi “kemungkinan besar belum siap untuk produksi massal hingga 2028.” Sebuah lampu pintar bertenaga AI juga sedang dikembangkan. Tidak ada kabar lebih lanjut mengenai produk OpenAI lainnya yang telah dikabarkan — yaitu earbud pintar.

MEMBACA  Beli lisensi Microsoft 365 seharga $40 dengan penawaran ini

Akankah speaker pintar ini menghasilkan cukup antusiasme (dan pra-pesan) untuk menjaga perusahaan tetap bertahan? Untuk menjawabnya, kita perlu bertanya apakah orang-orang benar-benar menginginkan speaker berkamera yang dapat memindai wajah mereka di ruang keluarga. Apple mungkin lebih mungkin lolos dari faktor ‘kengerian’ tersebut — bagaimanapun, pembuat iPhone terus menekankan fitur privasinya, dan model bisnisnya tidak termasuk menjual iklan.

Tetapi OpenAI memang menjual iklan — dan konsumen sudah waspada terhadap banyaknya iklan yang diberikan oleh perangkat rumah pintar Amazon Echo. Selain itu, pasar untuk perangkat AI kemungkinan akan jauh lebih ramai pada tahun 2027, dengan kabar bahwa Apple juga sedang mengerjakan pin pintar.

Jadi, apa proposisi nilai dari sebuah speaker pintar ini? “Perangkat ini akan dapat mengamati pengguna melalui video dan mendorong mereka melakukan tindakan yang diyakini akan membantu mencapai tujuan mereka,” kata salah satu sumber The Information di dalam perusahaan. “Anda bisa membayangkan perangkat ini mengamati penggunanya yang begadang sebelum rapat penting dan menyarankan mereka untuk tidur, misalnya.”

Jika speaker ‘menyeramkan’ yang menjadi bos waktu tidur Anda terdengar menarik, maka OpenAI mungkin saja menemukan jalur menuju profitabilitas. Jika tidak, CEO Sam Altman mungkin akan semakin desperat untuk menjaga pendanaan perusahaan. Mungkin speaker pintar berkameranya itu juga bisa mencari recehan yang terjatuh di sela bantal sofa Anda.

Topik
Kecerdasan Buatan
OpenAI

Tinggalkan komentar