NymVPN yang berbasis di Swiss minggu ini meluncurkan fitur split-tunneling untuk Windows. Fitur ini memungkinkan pengguna (yang menjalankan Windows v1.28.0 pada NymVPN) untuk memilih aplikasi dan situs web mana saja yang ingin mereka lindungi dengan VPN.
Fitur ini saat ini masih dalam tahap beta, dan perusahaan berencana merilis split-tunneling untuk pelanggan iOS dan Linux pada rilis mendatang. Perusahaan juga mengatakan sedang memperkenalkan protokol pertukaran kunci baru untuk meningkatkan perlindungan di era komputasi kuantum. Fitur yang dinamai Protokol Lewes ini tersedia di semua platform, termasuk Android, iOS, Linux, Windows, dan macOS.
Split tunneling, yang merupakan standar industri VPN, memungkinkan Anda menentukan situs dan aplikasi mana yang ingin dijalankan melalui koneksi VPN, sementara Anda mengakses yang lainnya melalui koneksi non-VPN biasa.
Misalnya, jika Anda menggunakan VPN untuk melewati pembatasan geografis dan menonton siaran langsung pertandingan sepak bola dari Inggris, tetapi juga ingin mendownload game di Steam, maka proses download akan lebih cepat jika menggunakan koneksi reguler. Atau, mungkin Anda menonton film asing dengan VPN, tetapi sekaligus ingin menjelajah web menggunakan koneksi biasa.
Mungkin juga ada situs dan aplikasi yang, karena berbagai alasan, hanya dapat diakses melalui VPN. Anda dapat mengkhususkan situs-situs itu untuk VPN, sementara tetap membuka situs dan aplikasi lain dengan koneksi non-VPN.
NymVPN juga menyatakan sedang mengembangkan split tunneling yang lebih canggih untuk memungkinkan pelanggan mengarahkan aplikasi tertentu melalui mode Cepat NymVPN atau mode Anonim.
Perusahaan mengatakan pelanggan dapat berbagi umpan balik dan ide di group chat Telegram mereka.
Keamanan Lebih Tinggi di Era Kuantum
NymVPN menyatakan Protokol Lewes baru mereka merupakan fase pertama keamanan pasca-kuantum perusahaan. Sebagai protokol pertukaran kunci, ia “meningkatkan keamanan terhadap ancaman pasca-kuantum dan juga secara signifikan memperbaiki waktu koneksi serta startup NymVPN.”
“Pasca-kuantum” mengacu pada enkripsi pasca-kuantum, yang mengamankan komputer dan jaringan Anda dari serangan komputer kuantum. Komputasi kuantum memanfaatkan fisika untuk memecahkan masalah dan menjalankan tugas jauh lebih cepat daripada komputer digital yang biasa kita gunakan di laptop, ponsel, dan sebagainya.
Protokol pertukaran kunci, seperti Protokol Lewes baru NymVPN, memungkinkan dua pihak untuk berbagi kunci kriptografi melalui saluran yang tidak aman. Jadi, bahkan jika penjahat siber mendapatkan akses ke kunci-kunci tersebut, mereka tetap tidak akan mampu membacanya, dan data akan tetap aman.
Perusahaan mengatakan Protokol Lewes dirancang untuk Mode Cepat VPN dan juga sangat meningkatkan waktu koneksi serta inisialisasi NymVPN. Pelanggan kini dapat mencobanya dengan memilih Protokol Lewes dalam pengaturan.
Mengembangkan enkripsi pasca-kuantum dinilai sebagai langkah “visioner” dan proaktif dari NymVPN. Langkah ini dapat membantu melindungi dari ancaman komputer yang sangat kuat, seperti kemampuan untuk memecahkan metode enkripsi yang ada saat ini.
VPN Terdesentralisasi
NymVPN adalah VPN terdesentralisasi, yang berarti dioperasikan melalui jaringan node alih-alih server pusat. Layanan ini diklaim tidak dapat “diretas, diperintah pengadilan, atau dipaksa untuk menyerahkan data Anda.”
Audit terbaru NymVPN pada Juli 2024 dinilai “cukup komprehensif” dan mencakup infrastruktur, aplikasi, kriptografi, serta arsitektur sistem. Audit semacam ini dapat membantu membangun kepercayaan di samping membantu mengungkap kerentanan potensial.