Muppets: Ahli Mengguncang Internet Sejak Dulu

Internet memang gemar menyambut comeback, namun ia lebih tergila-gila pada comeback yang dibalut kain boneka berbulu dan timing komedi yang sempurna. Contohnya: special The Muppet Show yang kembali ke Muppet Theatre pada 4 Februari untuk acara satu malam di Disney+ dan ABC — dan langsung membanjiri seluruh linimasa.

Serius. Aku tak pernah menyangka butuh versi Rizzo the Rat menyanyikan lagu “Blinding Lights”-nya The Weeknd hingga aku menyaksikannya, dan kini aku tak mau hidup di dunia tanpanya.

The Muppet Show awalnya tayang dari 1976 hingga 1981, mempelopori format varietas dengan paduan kelucuan ala vaudeville, bintang tamu selebriti, dan kekacauan belakang panggung yang ditopang oleh ketenangan Kermit si Kodok yang selalu terlihat kewalahan. Special baru ini menghidupkan kembali semangat itu dengan semua wajah familiar, termasuk Kermit, Miss Piggy, Fozzie Bear, Gonzo, serta Statler dan Waldorf, bersama deretan bintang tamu kontemporer, dari Maya Rudolph dan Seth Rogen (yang juga menjadi produser eksekutif) hingga bintang pop Sabrina Carpenter.

Tapi klip-klipnyalah yang benar-benar membuat penggemar dan grup chat heboh, bukti bahwa The Muppet paham cara memainkan internet lebih baik daripada kebanyakan selebritas manusia.

Yang paling menonjol adalah sebuah cover yang sungguh tak terduga: Rizzo membawakan lagu “Blinding Lights”-nya The Weeknd di jalanan yang dipenuhi tikus. Kontras antara hits synth-pop yang sleek dengan keberanian bernada sengau Rizzo adalah komedi instan, dan media sosial telah menerimanya dengan sepenuh hati.

Lalu ada penampilan Sabrina Carpenter membawakan “Manchild”, yang telah beredar luas karena integrasinya yang jenaka ke dalam alam semesta Muppet. Alih-alih terasa seperti penampilan tamu biasa, performa ini justru mengikuti absurditas acara, membiarkan Carpenter berinteraksi dengan kekacauan di sekitarnya — termasuk sekawanan ayam sebagai vokal latar.

MEMBACA  Video prajurit dari Gaza dapat melanggar hukum internasional, kata para ahli.

Dan kemudian ada tur pers mereka. Kermit dan Miss Piggy kerap muncul bersama dalam berbagai wawancara (termasuk episode lucu dari Vanity Fair’s Lie Detector Test), bercengkerama seperti pasangan yang telah menikah, bercerai, menikah kembali, dan terlatih media selama puluhan tahun. Chemistry mereka terasa tak tersentuh waktu.

Jauh sebelum algoritme dan metrik engagement, Kermit dan kawan-kawan telah menguasai seni menarik perhatian. Jadi, sesungguhnya, The Muppets diciptakan untuk menjadi viral jauh sebelum konsep viralitas itu sendiri ada. Internet hanyalah panggung terbaru mereka.

Mashable Trend Report


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.


Tweet ini saat ini tidak tersedia. Mungkin sedang dimuat atau telah dihapus.

Tinggalkan komentar