Mohon Izinkan Kami Menguji Model AI Anda

Berita awal mengenai perintah eksekutif Presiden Trump tentang AI terdengar seperti kebijakan keras yang akan memaksa perusahaan untuk membiarkan pemerintah Amerika Serikat memeriksa model AI demi keamanan sebelum dirilis ke publik. Namun, setelah itu, mereka yang berada di belakang layar dengan cepat memberikan sinyal tentang apa yang sebenarnya akan terjadi: proses vetting yang bersifat sukarela.

Perintah eksekutif yang ditandatangani pada 2 Juni itu meminta perusahaan untuk menyerahkan model baru mereka guna pengawasan pemerintah. Perusahaan teknologi diminta—dengan sangat hormat—untuk menjalani periode evaluasi model selama 30 hari. Pemerintah pun memberikan batas waktu hingga 31 Juli untuk merampungkan proses peninjauan.

Namun, sejauh ini Meta tampaknya enggan, berdasarkan sebuah cerita dari New York Times yang sumbernya dirahasiakan.

Seperti yang dicatat oleh Times, Anthropic, OpenAI, Google, xAI, dan Microsoft telah setuju untuk menjalani pemeriksaan oleh Pusat Standar dan Inovasi AI Departemen Perdagangan AS (CAISI). Menariknya, Meta belum bergabung, dan itu bukan karena Gedung Putih tidak mencoba.

Melihat sikap Anthropic yang kooperatif ini memang menonjol, mengingat model utama perusahaan tersebut sempat ‘dipaksa’ offline oleh tindakan Gedung Putih. Anthropic juga masih ditetapkan sebagai risiko rantai pasok oleh Pentagon. Menteri Pertahanan Trump, Pete Hegseth, tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur dari keputusan itu.

Meski demikian, META lah yang tampak sebagai penolak utama terakhir. Kentar-kentir surel telah dikirim untuk mendesak kepatuan secara sukarela. Juru bicara Meta, Francis Brennan, menyatakan dalam pernyataan kepada Times bahwa perusahaan dan dirinya “berbagi tujuan administrasi dalam memajukan kepemimpinan AS pada AI perbatasan yang kuat dan aman.” Sementara mereka “masih mengerjalan detailnya,” mereka “berharap segera menandatangani kesepakatan tersebut.”

MEMBACA  Rencana OpenAI untuk merilis model kecerdasan buatan Orion pada bulan Desember

Sementara itu, jubir Departemen Perdagangan, Ben Kass, mengatakan kepada Times, “Cerita seperti ini tidaklah aneh,” dan bahwa inilah “tugas yang seharusnya dilakukan oleh CAISI.”

Tinggalkan komentar