Seandainya kamu punya sekolah piagam dan punya uang setengah miliar rupiah lebih, apa yang akan kamu beli? Mungkin kamu akan memikirkan gaji guru baru, bahan ajar, atau beasiswa. Tapi sekolah piagam di San Diego, Altus Schools, punya pilihan lain. Mereka membeli dua robot humanoid seharga 500.000 dolar AS.
Robot itu namanya Ameca, buatan perusahaan Inggris Engineered Arts. Menurut website perusahaan, robot ini bisa bergerak alami dan bicara dalam berbagai bahasa. Altus Schools membeli dua unit, masing-masing sekitar 250.000 dolar. Tapi anehnya, robot itu hanya dipakai sampai tahun depan. Kenapa sekolah harus bayar mahal untuk robot yang cuma bertahan sebentar? Altus bilang ini bagian dari riset untuk melihat bagaimana AI bisa membantu mengajar.
Pertanyaan lain, apa yang sebenarnya bisa dilakukan robot ini? Ternyata, dia hanya berbicara dengan versi terbatas dari ChatGPT. Banyak ahli merasa ini tidak aman untuk anak-anak. Sebenarnya hanya untuk pegang chatbot, kenapa sekolah perlu bayar segitu mahalnya untuk robot? Voice of Sand Diego mengirim wartawan ke kelas dan melihat robot berpura-pura menjadi ilmuwan Nikola Tesla. Saking lucunya, robot bicaranya terlalu cepat. Murid-murid sampai harus minta ulang jawaban beberapa kali.
Ini jadi serius, karena sebenarnya dana robotic itu uang publik. Di Amerika, biaya pendidikan rata-rata 16.500 dolar per murid per tahun. Dengan 500.000 dolar, berarti sekolah bisa biayai pendidikan 23 anak selama setahun penuh. Tapi Altus malah beli robot yang anonimpun dipinjamin.
Seandainya saya orangtua seorang siswa, tanya-tanya akan saya sampaikan ke Rabo. Rad.