Maskapai Southwest Akan Batasi Penggunaan Power Bank di Pesawat

Berdasarkan pesan internal yang diperoleh the New York Times, Southwest Airlines akan segera membatasi jumlah *power bank* dan pengisi daya portabel yang boleh dibawa penumpang dalam penerbangan.

Mulai 20 April nanti, laporan tersebut menyebutkan bahwa penumpang hanya diperbolehkan membawa satu *power bank* bertenaga baterai lithium per orang. Selain itu, mereka dilarang mengisi daya perangkat tersebut menggunakan colokan di kursi maupun menyimpannya di kompartemen atas. Sebagai gantinya, penumpang diminta untuk memegang *power bank* selama penerbangan atau menaruhnya di dalam tas kabin di bawah kursi.

Baterai lithium menjadi sumber tenaga bagi banyak perangkat teknologi sehari-hari, mulai dari ponsel, laptop, hingga rokok elektrik. Baterai jenis ini juga digunakan dalam pengisi daya portabel dan *power bank*.

Meski umumnya berfungsi dengan baik, baterai ini dapat terbakar jika rusak, terisi berlebihan, atau kepanasan. Karena komposisi kimia di dalamnya, api yang dihasilkan bisa sangat sulit dipadamkan.

Dengan mempertimbangkan risiko ini, *power bank* sejak lama telah dilarang dimasukkan dalam bagasi tercatat. Maskapai penerbangan mewajibkan penumpang untuk membawanya di dalam tas kabin bersama perangkat bertenaga baterai lithium lainnya.

Namun demikian, menurut data dari Federal Aviation Administration (FAA), masih tercatat 97 insiden terkait baterai lithium di penerbangan pada tahun 2025, dan telah terjadi 14 insiden sepanjang tahun ini. Mayoritas insiden udara yang melibatkan asap, api, atau panas berlebihan berasal dari *power bank*. Berdasarkan data FAA, penyebab terbesar kedua adalah rokok elektrik.

Insiden yang paling mendapat sorotan terjadi pada Januari 2025, ketika sebuah pesawat Airbus terbakar di landasan pacu Bandara Busan, Korea Selatan. Seluruh penumpang dievakuasi dan api berhasil dipadamkan setelah sekitar satu jam. Otoritas kemudian menyimpulkan bahwa sebuah *power bank* yang disimpan di kompartemen atas diduga menjadi penyebabnya. Beberapa bulan kemudian, penerbangan Air China terpaksa mendarat darurat karena baterai lithium di kompartemen atas terbakar secara spontan di tengah penerbangan.

MEMBACA  Penawaran Sony Terbaik: Hemat Rp500.000 untuk Headphone Sony WH-CH520 di Amazon

Regulator di China telah melarang total *power bank* dalam penerbangan, kecuali perangkat tersebut memiliki tanda sertifikasi keamanan China yang jelas dan tidak termasuk dalam produk yang ditarik kembali. Banyak maskapai internasional juga telah melarang penggunaan atau pengisian daya *power bank* di pesawat. Sejauh ini, Southwest merupakan satu-satunya maskapai besar di Amerika Serikat yang menerapkan aturan lebih ketat mengenai hal ini.

Salah satu cara untuk melindungi diri dari kebakaran spontan ini adalah dengan memperhatikan informasi penarikan produk. Anker, salah satu produsen *power bank* terkemuka dunia, telah beberapa kali menarik produknya dalam setahun terakhir karena potensi risiko kebakaran.

Tinggalkan komentar