Mantan Karyawan DOBE Berbagi Kisah di Balik Layar di Bawah Kepemimpinan Elon Musk

Berkat gugatan hukum terhadap DOGE, kita kini mendapat gambaran internal tentang kejadian di lembaga pemerintah yang dulu dipimpin Elon Musk serta tipe orang-orang yang direkrut Musk untuk menjalankannya.

Pada Mei tahun lalu, American Council of Learned Societies (ACLS), American Historical Association (AHA), dan Modern Language Association (MLA) mengajukan gugatan di pengadilan distrik federal untuk membatalkan pemotongan anggaran DOGE terhadap National Endowment for the Humanities (NEH). Pemotongan ini menghapus seluruh divisi dan program, termasuk pemberian hibah.

Sebagai dampak gugatan tersebut, dua pegawai DOGE, Justin Fox dan Nate Cavanaugh, memberikan kesaksian di bawah sumpah. Rekaman video proses pemeriksaan yang berjam-jam dengan para pegawai DOGE pilihan Musk itu baru saja diunggah ke YouTube.

Jadi, bagaimana lembaga pemerintah pimpinan Elon Musk itu menentukan apa yang harus dipotong? Mereka menanyakan pada ChatGPT.

“Apakah hal berikut berkaitan dengan DEI?” adalah prompt yang rutin digunakan DOGE, dengan memberikan arahan tambahan pada chatbot AI tersebut untuk menyederhanakan segalanya bagi mereka, ungkap para pegawai itu.

Para pegawai DOGE menginstruksikan ChatGPT untuk memberikan jawaban “ya” atau “tidak” disertai penjelasan yang lebih pendek dari 120 karakter.

Yang paling mencolok, meski mungkin tidak mengejutkan, adalah betapa tidak terinformasikannya kedua pegawai DOGE itu. Mereka berdua mengakui tidak berpengalaman, bahkan nol pengalaman di pemerintahan sebelum bergabung dengan DOGE. Klip dari proses pemeriksaan yang diunggah oleh 404 Media telah viral di internet, memperlihatkan Fox yang kesulitan mendefinisikan apa itu DEI (Diversitas, Kesetaraan, dan Inklusi), meski mereka ditugaskan untuk menghentikan pendanaan program apa pun yang dianggap terkait DEI.

Fox menyatakan bahwa dokumenter tentang hak sipil kulit hitam atau film yang fokus pada perempuan Yahudi di Holocaust akan dihentikan pendanaannya oleh DOGE karena keduanya akan dianggap sebagai DEI.

MEMBACA  Kamera Aksi Bawah Air Ini Abadikan Perjalanan Hawaii-ku Secara Luar Biasa

Fox beralasan bahwa program-program ini harus dihapus dananya karena berfokus pada "kelompok atau ras spesifik" dan "bukan untuk manfaat umat manusia."

Dalam pemeriksaannya, Fox memberikan pengakuan mengejutkan tentang kesalahan yang DOGE lakukan dalam menyaring program-program yang dianggap DEI.

DOGE akan mencari program dan hibah untuk dipotong menggunakan kata kunci seperti "Black," "gender," "LGBTQ+," dan "equality." Namun, DOGE tidak akan mencari pemotongan untuk apa pun yang melibatkan istilah seperti "caucasian" atau "heterosexual."

Dalam kesaksiannya, Cavanaugh membagikan sistem pelabelan yang ia gunakan untuk hibah-hibah yang ingin dipotong DOGE, seperti label "tergila." Pekerja DOGE itu melabeli puluhan hibah terkait LGBTQ+ dengan sebutan tersebut.

Fox, Cavanaugh, dan pekerja DOGE lainnya ditugaskan Musk untuk memotong triliunan dolar dari defisit AS. DOGE berhasil memotong ratusan miliar dolar. Namun, terlepas dari pemotongan DOGE, defisit justru meningkat. DOGE dibubarkan pada November 2025.

Penyelidikan kini sedang berlangsung menyangkut DOGE dan para pegawainya yang tidak berpengalaman yang direkrut Musk. Dalam satu kasus baru, seorang mantan pegawai DOGE diduga mengambil catatan jaminan sosial, menyimpannya di drive USB, dan membawanya ke pekerjaan barunya di sektor swasta.

Fox memperoleh gaji $150.000 saat bekerja di DOGE. Cavanaugh memperoleh $120.000.

Tinggalkan komentar