Letterboxd Dikabarkan Siap Dijual

Letterboxd, platform jejaring sosial yang dirancang khusus untuk para penggemar film, kemungkinan akan segera berganti kepemilikan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru bahwa proses “enshittification” — degenerasi platform demi keuntungan semata — akan segera terjadi.

Semafor melaporkan bahwa investor pengendali platform ini, perusahaan ekuitas swasta asal Kanada bernama Tiny, dikabarkan telah melakukan pembicaraan dengan beberapa calon pembeli. Di antaranya adalah Versant, perusahaan induk sejumlah saluran televisi kabel semacam CNBC, MS NOW, dan Syfy. Tiny juga kembali berdiskusi dengan Ankler Media, sebuah startup Hollywood yang dilaporkan menolak tawaran membeli Letterboxd pada 2025. Sebagai gantinya, kedua pihak berkolaborasi untuk menerbitkan buletin dan serangkaian acara industri.

Hingga saat berita ini diturunkan, Letterboxd maupun Tiny belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan konfirmasi dari Gizmodo.

Tiny pertama kali membeli 60% saham Letterboxd pada 2023 dengan valuasi perusahaan sekitar $50 juta. Kala itu, banyak pengguna khawatir akan skenario terburuk—bahwa Letterboxd bakal terkena “enshittification,” istilah daring untuk menggambarkan kemerosotan platform karena perusahaan lebih fokus memaksimalkan laba ketimbang pengalaman pengguna. Bayangkan lebih banyak iklan, implementasi AI yang tergesa-gesa, serta algoritma yang buruk.

Untungnya, tidak banyak yang berubah sejak akuisisi Tiny. Dalam pengumuman kesepakatan pada 2023, Tiny berjanji para pendiri Letterboxd akan tetap memimpin bisnis secara mandiri, sementara pihaknya hanya membantu mempercepat pertumbuhan platform. Janji itu, sejauh ini, relatif ditepati.

Letterboxd pertama kali didirikan pada 2011 di Selandia Baru sebagai komunitas daring bagi para sinefil untuk mencatat, memberi rating, serta mengulas film. Menurut laporan Semafor, platform itu kini memiliki 26 juta pengguna. Yang paling menonjol, Letterboxd disebut-sebut berhasil membangkitkan minat nonton film di kalangan Gen Z—demografi yang sempat dikhawatirkan Hollywood akan hilang selamanya karena YouTube dan video pendek.

MEMBACA  Lupa Prime Day? Anda Masih Bisa Mendapatkan Proyektor Samsung dengan Harga Terendahnya

Di luar pengguna inti, banyak orang mungkin mengenal Letterboxd dari kehadirannya di media sosial, khususnya lewat video viral yang menampilkan selebriti di karpet merah diminta menyebutkan empat film favorit mereka. Pertanyaan ini langsung diambil dari fitur populer di platform tersebut. Kadang mereka pun diminta menanggapi ulasan pengguna atas filmnya sendiri.

Akhir tahun lalu, Letterboxd juga meluncurkan layanan penyewaan film daring baru bernama Video Store, sepajak (bentuk “pajak”? – mis: menghormati) almarhum toko penyewaan fisik yang sudah punah. Toko video mereka berfokus pada penemuan film dan judul-judul langka, termasuk film klasik serta film internasional.

Kini, ketika Tiny berencana mencairkan investasinya, tidak ada jaminan perubahan apa pun yang akan terjadi pada situs ulasan film kesayangan ini. Situs yang memang melayani para sinefil setia dan gemar berdebat.

Meski begitu, masih ada secercah harapan.

Semafor mencatat bahwa salah satu pendiri Letterboxd, Matthew Buchanan, tetap memiliki hak veto terhadap calon pembeli mana pun—kekuasaan yang berpotensi menghalangi niat dari calon pembeli terjelek.
sembunyikan.

Tinggalkan komentar