Bagi sebuah perusahaan komputer konvensional, Lenovo tak pernah gagal untuk mencuri perhatian di CES, terlepas dari apakah produk-produk eksperimental mereka praktis digunakan atau tidak.
Tahun ini, perusahaan ini tidak hanya menghadirkan satu, melainkan dua laptop dengan layar OLED yang dapat digulung. Salah satunya adalah laptop gaming yang dapat memperluas tampilannya secara horizontal, menambah delapan inci ekstra ruang layar—hanya dengan menekan satu tombol.
Anda mungkin tak pernah menyangka membutuhkan layar yang bisa melakukan hal tersebut, namun inilah tepatnya jenis teknologi unik yang menjadi esensi dari CES.
Menggulung Layar
Foto: Luke Larsen
Foto: Luke Larsen
Eksperimen pertama layar gulung tahun ini adalah yang paling berani, yaitu Legion Pro Rollable Concept. Ini adalah laptop gaming 16 inci dengan layar yang dapat melebar secara horizontal ke mode “Tactical” 21,5 inci, atau hingga mode “Arena” 24 inci. Jujur saja, layar yang jauh lebih lebar daripada bodi laptopnya terlihat aneh. Dan itu mengharuskan tutup laptop menjadi tebal secara tidak wajar.
Namun, dengan popularitas monitor eksternal ultrawide untuk gaming, hal ini masuk akal juga. Layar 24 inci yang berasal dari footprint laptop 16 inci cukup mengagumkan, khususnya bagi mereka yang ingin membawa laptop gaming mereka ke mana-mana, baik saat bepergian atau sekadar berpindah ruangan di rumah. Seperti laptop ThinkBook Plus Gen 6 Rollable OLED yang dirilis Lenovo tahun lalu, layar OLED penuh tersembunyi hingga dipicu untuk membuka gulungannya dengan satu tekan tombol. Dalam kasus ini, laptop menggunakan dua motor yang membuka gulungan layar ke kedua arah secara bersamaan, memberikan rasio aspek ultrawide saat terentang penuh. Selain itu, konsep ini dibangun di atas sasis Legion Pro 7i, sehingga secara teori laptop semacam ini akan memiliki komponen tinggi mirip dengan model tersebut, seperti grafis RTX 5090 dan prosesor Intel terbaru.
Memanjang ke Atas
Lenovo juga mengumumkan ThinkPad Rollable XD Concept, yang merupakan pengembangan dari desain gulung sebelumnya yang memperluas layar secara vertikal. Masih dimulai dari layar OLED yang lebih kecil (kali ini 13,3 inci) dan dapat diperluas hingga 16 inci dengan satu ketukan tombol. Transformasi ini bahkan lebih dramatis dibandingkan ThinkBook Plus Gen 6 Rollable tahun lalu, yang berawal dari ukuran 14 inci sebelum bertambah.
Bagian belakang tutupnya juga menampilkan sebagian layar.
Foto: Julian Chokkattu
Alih-alih menyembunyikan ruang layar ekstra yang tergulung di bawah engsel, konsep baru ini memanfaatkannya di bagian tutup. Lenovo menyebutnya layar “menghadap dunia”, namun fungsi pasti dari area tampilan tambahan ini masih belum jelas. Unit demo hanya menampilkan widget placeholder tanpa fungsi yang sebenarnya.
Ini bukan eksplorasi pertama Lenovo dalam menempatkan layar di tutup, namun sejauh ini layar tersebut bersifat *always-on*, menggunakan teknologi digital-ink yang hanya membutuhkan daya minimal dan tidak membebani baterai berlebihan. Saya lebih menyukai tampilan desain yang satu ini, terutama kemampuan melihat layar yang membungkus bagian atas. Masalahnya, ini mengharuskan webcam ditempatkan di samping, mirip seperti pada iPad. Bukan posisi ideal untuk panggilan video.
Kedua komputer dengan layar gulung ini masih sebatas konsep untuk saat ini, namun Lenovo memiliki rekam jejak dalam benar-benar merilis beberapa konsep teknologi mencolok mereka.
Lenovo juga mengumumkan ThinkBook Plus Gen 7 Auto Twist. Konsep ini pertama kali kita lihat beberapa tahun lalu, yang menggunakan engsel bermotor untuk memutar layar ke kedua arah. Hal ini memungkinkan perangkat mengikuti pergerakan Anda dalam ruangan selama panggilan video, bahkan berubah ke mode tablet hanya dengan perintah suara. Rasanya masih seperti karya yang sedang dikembangkan, namun ini menunjukkan bahwa proyek *proof-of-concept* ini lebih dari sekadar barang baru yang menarik perhatian.