Harga makan malam Thanksgiving dengan hidangan kalkun tahun ini bakal jauh lebih mahal, karena wabah flu burung yang semakin parah mengancam populasi unggas dan ketersedian kalkun di seluruh negeri.
Perkiraan, termasuk salah satunya dari Bernt Nelson, seorang ekonom dari American Farm Bureau Federation yang berbicara kepada The New York Times, menunjukkan bahwa harga kalkun bisa melonjak hingga 40%. Sebuah laporan dari Purdue’s College of Agriculture menunjukkan harga grosir kalkun mencapai $1,71 per pon, meningkat secara signifikan sebesar 75% dari Oktober 2024.
Lembaga pengawas industri, Farm Forward, memberikan data kepada CNET yang menggambarkan parahnya situasi. Sekitar 3 juta kalkun telah mati akibat Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) sejauh tahun ini. Angka ini sudah melebihi total kematian akibat flu burung pada tahun 2024 (1,25 juta), meskipun masih jauh di bawah wabah hebat tahun 2022 yang menewaskan lebih dari 9 juta burung.
Statistik pemerintah menunjukkan bahwa kerugian ini — yang mencakup sekitar 1,45% dari total populasi kalkun nasional — mendorong harga grosir kalkun naik lebih dari 26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Seperti yang dilaporkan Axios, kawanan kalkun di AS telah turun ke level terendah dalam empat dekade. USDA memproyeksikan hanya 4,8 miliar pon produksi, yang menunjukkan penurunan 5% dari tahun 2024.
Wabah yang semakin cepat
Seorang ahli mikrobiologi menguji sampel unggas untuk mendeteksi keberadaan flu burung.
Scott Olson/Getty Images
Penyebaran HPAI telah meningkat secara dramatis dalam beberapa bulan terakhir, tepat sebelum musim liburan yang kritis:
- 110 wabah individu telah terjadi di peternakan kalkun komersial pada tahun 2025.
- Wabah semakin intensif: 34 kawanan kalkun komersial telah terdampak sejak Agustus 2025, dengan 21 kawanan terjangkit hanya pada bulan September dan 15 lagi sudah terjadi pada bulan Oktober.
- Minnesota memimpin tingkat kerugian nasional, dengan 962.300 kalkun dimusnahkan.
- Ohio mengalami jumlah wabah terbanyak, dengan 41 peternakan individu terdampak (mengakibatkan 511.400 kematian kalkun).
Kebijakan federal dalam sorotan
Sementara krisis langsung ini memengaruhi dompet konsumen, Farm Forward berargumen bahwa kebijakan federal yang telah berlangsung lama, dipertahankan di berbagai pemerintahan, telah menciptakan kondisi yang kondusif bagi penyebaran HPAI yang masif dan terus-menerus.
Organisasi tersebut menyatakan bahwa pemerintah federal dan industri unggas telah memprioritaskan keuntungan di atas kesehatan masyarakat dengan mengizinkan operasi fasilitas pemberian pakan ternak terkonsentrasi yang padat, menolak protokol pengujian HPAI wajib, dan menolak untuk menerapkan program vaksinasi untuk unggas, meskipun efektivitasnya telah terbukti di negara lain.