Ketua Volkswagen Membela Tombol Fisik pada Mobil

Setelah bertahun-tahun pabrikan mobil meninggalkan kontrol fisik, seorang CEO kini menyatakan bahwa kontrol tersebut adalah suatu keharusan.

CEO Volkswagen Thomas Schäfer mengatakan kepada Top Gear baru-baru ini bahwa pergeseran dari tombol ke arah layar sentuh sebagian besar didorong oleh maraknya smartphone.

“Dulu ada semangat desain dan pemanfaatan ala iPhone yang terlihat merasuki banyak perusahaan,” ujar Schäfer. “Agak sulit untuk mengalihkan para desainer dari ide tersebut.”

Tesla juga turut memicu tren selama satu dekade ini dengan sistem infotainment sentralnya yang mirip iPad, suatu pendekatan yang kemudian diadopsi banyak pihak di industri namun justru membuat banyak konsumen frustasi.

Volkswagen kini berbalik arah. Schäfer, yang ditunjuk sebagai CEO pabrikan otomotif Jerman itu pada 2022, menyebut perusahaan akan menghadirkan kembali kontrol yang lebih tradisional.

“Saya bilang, ‘dengar, ada dua hal yang sama sekali tidak bisa ditawar menurut saya: gagang pintu dan tombol,'” katanya kepada Top Gear. “Saya tidak paham kenapa ada yang mau pakai slider sentuh.”

Dia menambahkan bahwa gagang pintu haruslah intuitif dan mudah digunakan, bahkan ketika tangan penuh dengan tas belanjaan.

Volkswagen mengakui kritik terhadap interior yang didominasi layar sentuh pada 2023 silam, dengan menyatakan akan menghadirkan kembali lebih banyak kontrol fisik di model mendatang. Foto-foto baru yang dirilis Januari lalu mengenai EV budget kecil mengindikasikan perusahaan tersebut menepati janjinya, memperlihatkan kontrol fisik untuk lampu hazard, suhu, dan volume.

Volkswagen tidak sendirian. Mereka bergabung dengan daftar pabrikan yang semakin panjang, termasuk Subaru dan Mercedes-Benz, yang mundur dari tren menjauhi tombol dan kenop fisik. Pada 2024, Hyundai juga menyatakan akan mengembalikan kontrol fisik setelah menemukan fakta bahwa pengendara di Amerika tidak menyukai interior yang sarat layar sentuh.

MEMBACA  Berita Duka, Ketua DPRD Kutai Kartanegara Junaidi Meninggal Dunia

“Saat kami uji dengan grup fokus, kami sadar orang menjadi stres, kesal, dan emosi ketika mereka ingin mengendalikan sesuatu dalam situasi mendesak tapi tidak bisa melakukannya,” kata Wakil Presiden Hyundai Design North America Hak Soo Ha kepada Korea JoongAng Daily saat itu.

Pergeseran ini juga merupakan masalah keselamatan.

Sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa kontrol fisik lebih unggul dibandingkan layar sentuh. Pengemudi membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk menyelesaikan tugas sederhana seperti mengganti stasiun radio atau menyesuaikan suhu saat menggunakan layar. Waktu tambahan tersebut dapat membuat pengemudi lebih lama teralihkan dan mengurangi waktu reaksi.

Majalah mobil Swedia Vi Bilägare menguji berapa lama pengemudi melakukan tugas sederhana di 11 mobil modern dan sebuah Volvo 2005 tanpa layar sentuh saat berkendara sekitar 110 km/jam. Semua tugas hanya memakan waktu 10 detik di Volvo. Sebaliknya, MG Marvel R, mobil listrik China, memakan waktu terlama yaitu 44,6 detik untuk melakukan hal yang sama.

Tinggalkan komentar