Konsep “AI Fisikal” terdengar seperti sebuah kontradiksi. Sebuah komputer, namun memiliki tubuh?
Namun bagi para arsitek pemasaran, ini adalah istilah terkini, sebuah *buzzword* yang dimaksudkan untuk mengarahkan kita pada masa depan teknologi yang cerah dan menjanjikan.
Di dunia nyata, istilah ini mungkin paling berguna untuk memahami cara perusahaan otomotif memandang diri mereka saat ini: sebagai pelopor teknologi. Ini juga merupakan jalan pintas untuk melihat betapa menariknya industri otomotif bagi perusahaan pembuat chip—sebuah peluang yang bisa mencapai $123 miliar pada 2032, meningkat sekitar 85 persen dari 2023. Pameran teknologi konsumen raksasa CES yang baru saja berlangsung di Las Vegas selalu dipenuhi demo robot aneh, tetapi presentasi tahun ini menunjukkan betapa dunia robot, mobil, dan set chip semakin menyatu.
Pertama, untuk mendefinisikan istilah (pemasaran): “AI Fisikal” adalah cara pengembang teknologi berharap sistem otonom akhirnya berinteraksi dengan dunia nyata, dengan menggunakan data kamera dan sensor untuk benar-benar memahami dan menalar apa yang terjadi di sekitar mereka, lalu melakukan tugas kompleks sebagai respons. AI Fisikal adalah robot humanoid yang bekerja sehari penuh di lantai pabrik Hyundai, seperti yang diumumkan akan dilakukan oleh Google DeepMind, Boston Dynamics, dan pabrikan Korea tersebut dalam bulan-bulan mendatang. Ini adalah mobil yang menyetir sendiri dalam situasi lalu lintas kompleks, atau mengambil tugas yang bisa dibilang lebih rumit: menyerahkan kendali secara mulus antara pengemudi manusia dan yang dioperasikan perangkat lunak. AI Fisikal memungkinkan sistem otonom seperti kamera, robot, dan mobil swakemudi untuk mempersepsi, memahami, menalar, serta melakukan atau mengorkestrasi tindakan rumit di dunia nyata.
Bukan kebetulan bahwa perusahaan yang paling vokal tentang AI Fisikal adalah pembuat chip, termasuk Nvidia dan ARM. Yang pertama mengumumkan lini model AI *open source* baru yang menargetkan sistem otonom; yang terakhir meluncurkan divisi AI Fisikal di CES. Mereka berpeluang meraup keuntungan besar dari tren ini.
Misaalnya, saksikan serangkaian pengumuman terkait otonomi di CES, yang semuanya akan membutuhkan sumber daya komputasi yang kuat di dalam kendaraan.
Ford mengatakan akan menjual sistem yang memungkinkan pengemudi mengoperasikan kendaraan mereka tanpa melihat jalan di depan pada 2028. Afeela, kolaborasi bertenaga baterai antara Sony dan Honda, akan menyetir sendiri dalam sebagian besar situasi suatu saat nanti, tanggalnya belum ditetapkan. Nvidia akan menyuplai chip untuk sistem “mengemudi cerdas” baru Geely, yang akhirnya akan bertransisi ke apa yang mereka sebut “mengemudi otonom tingkat tinggi.” Nvidia juga terlibat dalam sistem mengemudi tanpa tangan baru Mercedes-Benz, yang akan debut di AS tahun ini. Pada akhirnya, perusahaan mengatakan sistem tersebut harus mampu berkendara antara rumah dan kantor tanpa bantuan. “Ini sudah merupakan bisnis raksasa bagi kami,” kata CEO Nvidia Jensen Huang tentang mobil swakemudi dalam presentasi CES-nya.
“Otak pusat kendaraan sekarang akan menjadi jauh lebih besar—ratusan kali lipat—dan itulah yang dijual oleh [pembuat chip],” ujar Mark Wakefield, pimpinan pasar otomotif global di konsultan AlixPartners. “Mereka melihat masa depan besar dalam kendaraan-kendaraan ini.”
Tak heran *marketer* mereka menemukan cara baru yang menarik untuk mendeskripsikannya.