Jika Anda bisa mengabaikan hiruk-pikuk seputar "AI agenik" di mobil, EV, eVTOL, truk, armada, robotaksi, hingga kapal yang memenuhi lorong CES 2026, Anda akan menemukan teknologi otomotif yang cukup mengesnan. Tentu saja, AI bukan sekadar jargon; ia punya aplikasi penting dan kuat di kendaraan, terutama untuk sistem berkendara canggih dan otonom. Ada pula mobil prototip dan proof of concept yang biasa hadir, tapi itulah yang membuat pameran teknologi terbesar tahunan ini unik. Di antara ide-ide yang tampak mustahil, kendaraan dan teknologi dalam kabin yang sangat nyata menunjukkan arah masa depan industri otomotif. Inilah yang paling menonjol.
***
Sony Honda Mobility Afeela 1
Kami sudah menyebut layar depan besar hasil kolaborasi EV Sony-Honda sebagai dashboard terbaik di pameran, dan itu pantas diulang. Dashboard adalah antarmuka utama kita dengan mobil, dan Afeela 1 memahami betul tugasnya. Layar panorama masif yang memanjang hingga pintu penumpang terdiri dari dua tampilan, 12,3 inci dan 28,5 inci. Dengan Sony yang menggarap teknologi connected car, wajar jika layar lebar ini dirancang untuk gaming (dengan PlayStation Remote Play nirkabel) dan menonton media, lengkap dengan tema dari game Sony populer seperti Astro Bot. Honda akan mendapat giliran sorotan saat Afeela 1 benar-benar bisa dikendarai. EV ini rencananya tiba di California akhir tahun ini dengan harga mulai sedikit di atas $100.000.
Mobil Konsep Terbaik
Qualcomm Snapdragon Digital Chassis
Mobil Qualcomm Snapdragon Digital Chassis ini takkan pernah diproduksi massal, tapi bukan itu tujuannya. Mobil peraga ini dibangun untuk CES guna mewujudkan fitur infotainment, asisten AI, serta kendali dan keselamatan berkendara otomatis yang berjalan simultan di balik layar. Mobil konsep yang dilengkapi 13 kamera dan 20 speaker ini mampu memberikan bantuan pengemudi yang pingsan dan menghubungi operator keselamatan saat pengemudi tak merespons. Ia secara proaktif memotret kabin untuk mendeskripsikan situasi ke operator manusia dan memeriksa smartwatch pengemudi untuk memantau tanda vital. Selain contoh impresif tentang kemampuan agen AI di mobil kelak, yang lebih realistis adalah kemampuan mobil konsep ini menavigasi ke rapat pertama di kalender pengemudi dan memilih restoran untuk makan malam.
(Catatan: Qualcomm mensponsori perjalanan saya ke CES dengan menyediakan akomodasi, transportasi, dan konsumsi. Tidak ada kompensasi lain yang diterima dan Qualcomm tidak memiliki masukan atau pengaruh editorial terhadap konten saya.)
Taksi Nirsopir Terbaik
Waymo Ojai
Armada robotaksi nirsopir Waymo sudah identik dengan Jaguar I-Pace EV yang mereka gunakan di berbagai kota. Namun di CES 2026, perusahaan kendaraan otonom ini memamerkan kendaraan terbarunya: Ojai. Itu adalah nama yang diberikan Waymo untuk minivan listrik Zeekr produksi Geely Auto asal Tiongkok, yang kini dibalut warna khas Waymo. Sebagian besar dari 13 kamera, enam radar, dan empat sensor LiDAR akan ditempatkan di atap Ojai, mirip desain I-Pace, sehingga tak mungkin salah mengenalinya sebagai kendaraan otonom. Waymo baru ini diharapkan bisa beroperasi di San Francisco tahun ini.
Kolaborasi Terbaik
Robotaksi Uber Lucid Gravity dengan Tenaga Nuro dan Nvidia
Masih tentang robotaksi, Uber kembali ke arena dengan kolaborasi besar. Perusahaan ini menggerakkan armada Lucid Gravity EV yang dilengkapi kemampuan swakemudi Level 4 dari Nuro dan daya komputasi Nvidia. Taksi nirsopir ini diperkenalkan di CES 2026 sebagai prototip yang akan dioperasikan di Area Teluk San Francisco tahun ini, menunggu sertifikasi.
Taksi ini memanfaatkan desain SUV tiga baris Lucid Gravity, bagasi besar, serta layar kursi belakang bawaan untuk mengontrol kursi berpemanas dan AC—hal penting dalam perjalanan taksi tanpa sopir. Tanpa merusak tampang elegan SUV listrik itu, versi yang dimodifikasi ini tetap terlihat sebagai kendaraan otonom dengan kamera resolusi tinggi, sensor LiDAR, dan radar di atap dan sekujur bodi. Rencananya, Uber akan mengoperasikan robotaksi ini di semua wilayah layanannya di seluruh dunia.
Kontrol Suara Terbaik
xUI dari Cerence AI
AI agenik sangat penting untuk mobil, di mana kontrol suara membuat pengalaman berkendara lebih interaktif. Geely Auto, pabrikan Tiongkok pemilik Volvo, mengumumkan di CES 2026 bahwa mereka memilih platform AI agenik untuk mobil dari Cerence AI bernama xUI. Dalam demo yang menunjukkan agen berbasis suara ini bekerja, terlihat jelas betapa mulus (dan alami) sistem Cerence menghubungkan navigasi, iklim, kontrol mobil, media, hingga alat produktivitas lewat integrasi Microsoft 365. Secara spontan, pengemudi bisa membuat "pintasan suara" untuk mengontrol serangkaian fungsi, misalnya membuka semua jendela dengan satu frasa. Meski hanya demo, sistem ini tak gagal saat skenario melenceng, dan pengemudi bisa berbicara secara kasual tanpa kendala. Cerence AI sudah lama menunjukkan keahlian dalam kontrol suara di mobil, jadi saya tidak terkejut versi terbarunya bisa menangani situasi kompleks seperti beberapa perintah sekaligus dari kursi yang berbeda.
Proof of Concept Terbaik
Garmin In-Cabin Meta Neural Band
Inilah inti CES: proof of concept yang sebenarnya tak perlu, tapi membuat Anda memikirkan ulang pengalaman menjadi penumpang. Saya tak berhenti memikirkan penggunaan baru Garmin untuk Neural Band dari Meta di dalam mobil. Dengan mengenakan gelang ini, Anda bisa menggunakan jempol, telunjuk, dan jari tengah untuk mengontrol layar sentuh—tanpa menyentuhnya. Gelang membaca sinyal listrik dari pergelangan tangan dan mengubah gerakan di udara menjadi swipe dan klik di layar. Neural Band jelas bukan alat esensial, tapi ia memperkenalkan cara baru bagi penumpang (dan mungkin pengemudi saat mobil diparkir, diisi daya, atau dalam mode otonom penuh di masa depan) untuk berinteraksi dengan fitur infotainment mobil.
Gizmodo meliput langsung dari Las Vegas sepanjang minggu untuk membawa Anda semua hal penting seputar teknologi yang dirilis di CES 2026. Ikuti blog langsung CES kami di sini dan temukan semua liputan kami di sini.