Hanya dalam hitungan menit setelah Donald Trump mengumumkan dini hari Sabtu bahwa pasukan AS telah menangkap presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, disinformasi mengenai operasi tersebut membanjiri media sosial.
Sebagian orang membagikan video lama di berbagai platform, dengan keliru mengklaim bahwa video tersebut menunjukan serangan terhadap ibu kota Venezuela, Caracas. Di TikTok, Instagram, dan X, beredar gambar serta video buatan kecerdasan artifisial yang diklaim memperlihatkan agen Badan Penegak Narkotika AS beserta sejumlah personel penegak hukum sedang menangkap Maduro.
Dalam beberapa tahun terakhir, insiden global besar telah memicu gelombang disinformasi di media sosial seiring dengan menurunnya upaya perusahaan teknologi untuk memoderasi platform mereka. Banyak akun berusaha memanfaatkan kelonggaran aturan ini untuk meningkatkan keterlibatan dan mendapatkan pengikut. Banyak akun berusaha memanfaatkan kelonggaran aturan ini untuk meningkatkan keterlibatan dan mendapatkan pengikut.
“Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut,” tulis Trump dalam sebuah postingan Truth Social dini hari Sabtu.
Beberapa jam kemudian, Jaksa Agung AS Pam Bondi mengumumkan bahwa Maduro dan istrinya telah didakwa di Distrik Selatan New York dengan tuduhan konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata mesin dan alat peledak, serta konspirasi untuk memiliki senjata mesin dan alat peledak.
“Mereka akan segera menghadapi murka penuh dari keadilan Amerika di tanah Amerika, di pengadilan Amerika,” tulis Bondi di X.
Hanya beberapa menit setelah berita penangkapan Maduro beredar, sebuah gambar yang mengklaim menampilkan dua agen DEA mengawal presiden Venezuela menyebar luas di berbagai platform.
Namun, dengan menggunakan SynthID—teknologi yang dikembangkan DeepMind milik Google yang mengklaim mampu mengidentifikasi gambar buatan AI—WIRED mengonfirmasi bahwa gambar tersebut kemungkinan besar palsu.
“Berdasarkan analisis saya, sebagian besar atau seluruh gambar ini dihasilkan atau disunting menggunakan AI Google,” tulis chatbot Gemini milik Google setelah menganalisis gambar yang beredar. “Saya mendeteksi tanda air SynthID, yang merupakan sinyal digital tak kasatmata yang disematkan oleh alat AI Google selama proses pembuatan atau penyuntingan. Teknologi ini dirancang untuk tetap terdeteksi bahkan ketika gambar dimodifikasi, seperti melalui pemotongan atau kompresi.” Gambar palsu itu pertama kali dilaporkan oleh pemeriksa fakta David Puente.
Sementara chatbot AI Grok milik X juga mengonfirmasi kepalsuan gambar tersebut ketika ditanya sejumlah pengguna, ia secara keliru menyatakan bahwa gambar tersebut adalah versi yang diubah dari penangkapan bos narkoba Meksiko, Dámaso López Núñez, pada tahun 2017.