Ferrari EV Terbaru Karya Jony Ive: Dibungkus Kaca dan Aluminium

Ive menyatakan bahwa penekanan pada tombol fisik, yang masing-masing memiliki tujuan tunggal, adalah agar pengemudi dapat tetap memandang jalan dan tidak teralihkan oleh layar. “Ketika Anda melihat ini, Anda tidak akan bertanya-tanya, ‘Berapa lapisan dalam yang harus saya telusuri untuk menemukan sesuatu guna menghangatkan kursi?’” ujarnya.

“Yang Anda sentuh hanyalah aluminium, kaca, atau kulit,” ungkap beberapa karyawan Ferrari berulang kali selama acara. (Satu-satunya plastik yang mereka akui adalah beberapa roda gigi di panel kontrol.)

Hasilnya adalah pengalaman taktil yang sungguh memuaskan. Segalanya terasa mantap saat diklik atau diputar. Tombol aluminiumnya, tentu saja, memiliki sensasi yang luar biasa. Kenop kaca pun terasa halus serupa. Kami terpikat oleh ventilasi udara, yang memiliki pelindung aluminium yang berputar saat dibuka dan ditutup. Kami terus memainkannya hingga pihak Ferrari harus datang memberi tahu bahwa waktunya meninggalkan ruangan.

### Teman yang Telah Dikenal
Mitra kaca Ferrari adalah Corning, perusahaan yang Gorilla Glass-nya telah digunakan pada setiap model iPhone. Corning menyebut ada lebih dari 40 bagian kaca di Luce, termasuk tombol, layar, hingga rumah konsol tengah dan kenop persneling.

Ive menyebut kaca sebagai “material yang jujur.” Dibandingkan opsi plastik biasa, kaca jelas terasa lebih premium sebagai kenop atau tuas persneling. Tetapi apakah ia akan pecah seketika saat terjadi kecelakaan? Semoga tidak, karena Corning menyatakan teknisi mereka telah melakukan uji tabrak tak terhitung untuk memastikan versi Gorilla Glass ini cukup aman.

Kemudi memiliki desain tiga sangkar khas yang membuat Ferrari terkenal. Bentuknya hampir bulat tetapi bagian bawahnya agak rata, memberikan siluet yang mengingatkan pada pangsit (atau ban kempes). Pegangan kemudi tentu saja dilapisi kulit, namun tombol aluminium yang responsif tepat di jari memungkinkan Anda memberi tanda atau mengganti lagu dan volume.

MEMBACA  Nestle Dituduh Ancam Kesehatan Bayi di Afrika, Asia, dan Amerika Latin

Di belakang kemudi terdapat binnacle, konsol tempat odometer, speedometer, dan indikator lain ditempatkan. Jika dilihat sendiri, layarnya menyerupai iPhone besar dalam mode landscape dengan tiga Apple Watch terletak di tengah. Lensa cembung dengan efek paralaks memperbesar layar OLED bundar dari Samsung, mitra Ferrari untuk teknologi tampilan ini. Ikon tambahan muncul di sudut kanan atas untuk menunjukkan hal seperti kondisi jalan.

Meski didominasi layar, beberapa bagian tertentu di binnacle sepenuhnya analog. Yakni jarum speedometer dan odometer, yang terbuat dari aluminium dan polikarbonat. Saat mobil mati, layar panel menjadi gelap dan jarum-jarum tampak mengambang di kegelapan. Ketika layar menyala, jarum juga ikut berpendar.

### Mengambil Kendali
Tombol taktil berjajar di bawah layar, dan sebuah bilah aluminium berfungsi sebagai sandaran telapak tangan serta pegangan untuk mengatur posisi layar.

Panel kontrol terletak di sebelah kanan setir, berupa layar persegi panjang dengan tepian melengkung halus dan hampir tanpa bezel. Dengan kata lain, berbentuk mirip iPad. Namun, layar ini dipasang pada sambungan bola dan dapat digerakkan dengan cara yang mengingatkan pada peninggalan lain dari masa Ive di Cupertino, iMac G4.

Tinggalkan komentar