Era John Ternus di Apple Diklaim akan Menghidupkan Kembali Fokus Desain Berani

Sebuah laporan baru menyebutkan bahwa CEO Apple yang akan datang, John Ternus, merasa “diperlukan perubahan besar dalam desain” hingga mengindikasikan sebuah pergeseran yang bisa membawa keberanian berdesain yang belum terlihat sejak kepergian Jony Ive pada 2019—atau bahkan sebelumnya.

Belum lama ini, perangkat elektronik ibarat mainan koleksi bagi orang dewasa. Banyak yang mem-fetish-kan produk Apple era 2000-an tidak hanya karena kegunaannya, tetapi juga estetika visual dan taktilnya—dan mereka melakukannya tanpa rasa malu sedikitpun. Ini ditulis oleh aktor/penulis/komentator asal Inggris, Stephen Fry, di The Guardian pada 2007, beberapa bulan setelah peluncuran iPhone:

“Mekanisme yang begitu cerdik, menakjubkan, dan membuat kita terperangah—seperti yang kini bisa disediakan dunia—tidak akan ada gunanya sama sekali jika tidak mampu membuat kita tersenyum, tidak membuat kita ingin mengelus, menyentuh, membelai, memainkan, mendekut, dan bergerutu. Berinteraksi dengan perangkat digital harusnya seperti berinteraksi dengan bayi.”

Sikap seperti ini kini sudah sangat jarang ditemukan. Tentu, secara literal, kita mungkin lebih sering menatap gawai dibanding anak-anak kita sendiri. Tapi itu karena konten adiktif yang mereka sajikan, serta tugas-tugas sehari-hari yang dibantu oleh gawai, bukan karena kita menyukai gawai tersebut. Setelah masa bulan madu selama seminggu usai, mayoritas dari kita menganggap ponsel baru sama menariknya dengan peralatan dapur biasa yang dipakai untuk menyantap makanan lezat.

Menurut Mark Gurman dari Bloomberg, restrukturisasi di lingkup Apple yang menyusul kepergian Jony Ive yang legendaris adalah, jika ditilik ke belakang, sebuah bencana desain. Jeff Williams, yang saat itu menjabat COO Apple, mengambil alih peran yang dulu diisi Ive. “Apple mengganti salah satu desainer paling berpengaruh sepanjang sejarah dengan eksekutif rantai suplai teratas perusahaan,” demikian ringkasan Gurman.

MEMBACA  Analisis - Volkswagen mencari era baru di Jerman dengan metode lama

Pada 2019, saat para perancang berhamburan keluar dari Apple, Adam Clark Estes dari Gizmodo menulis:

“Apakah para desainer senior Apple ini pergi karena bosan? Tidak jelas. Apakah mereka pergi karena melihat tidak ada masa depan bagi desain industri di Apple? Sulit diketahui. Apakah perannya di kampus berbentuk pesawat luar angkasa menjadi pencapaian besar terakhir Jony Ive? Waktu yang akan menjawab.”

Tujuh tahun kemudian, Jony Ive hanyalah kenangan yang samar di Apple. Meski ada sedikit penyegaran dari monotonitas—yakni Vision Pro dan iPhone Air—desain yang memukau kini tidak lagi menjadi motor utama pendapatan dibanding kompetensi biasa dan kelembaman konsumen.

John Ternus saat ini mengepalai divisi perangkat keras, dan sebelumnya ia adalah seorang insinyur yang fokus pada monitor. Mungkin ia bukan seorang estetika tulen, namun pengambilalihannya di divisi desain tahun lalu merupakan sinyal bagi para pengamat Apple—jelas ia memposisikan diri untuk promosi besar.

Ketika Ternus menjadi CEO pada September mendatang, Gurman berpendapat bahwa setelah era Cook dengan penekanan pada penguasaan rantai suplai yang mendunia, Ternus “harus memprioritaskan menjadikan produk Apple keren kembali.”

Gurman nampaknya mengintip jalannya sebuah pertemuan di mana Ternus berbicara kepada para pegawai perihal desain. Anehnya, tidak jelas apakah Ternus bernt melakukan banyak inovasi. Faktanya, penekanan pidatonya cenderung pada keberkesinambungan. Ternus dikabarkan mengatakan perusahaan akan “terus fokus mendesain, karena desain adalah inti dari semua yang kami lakukan di Apple,” seraya menambahkan bahwa “Apple telah menghdirkan desain yang benar-benar luar biasa kepada lebih banyak orang ketimbang perusahaan mana pun sepanjang sejarah,” dan “akan memastikan hal itu terus berlanjut.”

Tinggalkan komentar