Saya mengambil sangat banyak tangkapan layar. Bahkan, jumlahnya berlebihan. Saya tak yakin apakah ini karena ADHD, FOMO, atau sekadar sentimen berlebihan, tapi faktanya, ada lebih dari 100.000 tangkapan layar di iPhone saya. (Sebagai perbandingan, jajak pendapat informal di kantor menunjukkan rekan-rekan biasanya hanya punya sekitar 2.000.) Rasanya seperti demam, dan satu-satunya obatnya adalah mengambil tangkapan layar lagi.
Lihat sesuatu yang lucu? *Screenshot*. Sesuatu yang bernilai gosip? *Screenshot*. Percakapan yang ingin diingat selamanya? *Screenshot*. Gesek-gesek di aplikasi kencan? Sudah bisa ditebak. Lupakan kombinasi tombol volume dan power yang biasa. Frekuensi saya mengambil tangkapan layar begitu tinggi hingga saya atur gerakan ketuk dua kali untuk melakukannya.
Ironisnya, hal-hal yang saya tangkap biasanya ada di aplikasi yang sudah punya fitur penyimpanan atau pengurutan bawaan. Misalnya, saya tangkap meme dari Instagram, alih-alih menyimpannya ke koleksi, karena saya “tidak ingin lupa lokasinya.” Saya tangkap sesuatu yang sedang saya telusuri agar bisa “ingat untuk mencarinya nanti”—hal yang 99 persennya tidak pernah saya lakukan. Ini semua mengandaikan bahwa saya ingat mereka “tersimpan untuk nanti” di ponsel, hanya menumpuk debu digital.
*Spring cleaning* itu bagus, dan seharusnya mencakup ponsel Anda. Saya memulai perjalanan untuk mencoba merapikan habitat digital saya. Dua aplikasi membuat perubahan besar dengan hampir tanpa usaha dari saya.
Rodeo: Mengatur Hidup Saya, Satu Tangkapan Layar demi Satu
Saya bukan penggemar kalimat “aplikasi ini seperti *blank* untuk *blank*,” tapi Rodeo ibarat Pinterest untuk hidup saya. Saya bertemu Sam Levy dan Liz Friedland, dua dari sembilan karyawan Rodeo, untuk membahas aplikasi yang telah sangat mengubah hidup saya menjadi lebih baik. (Itu bukan hiperbola.) Saya senang mengetahui komunitas Rodeo merasakan hal serupa (“74 persen pengguna menyatakan Rodeo sangat atau cukup membantu dalam merencanakan aktivitas dengan teman dan keluarga,” menurut perusahaan).
Rodeo masih dalam *private beta*, tapi pembaca WIRED dapat mengunduhnya dan menggunakan kode 9156 untuk melewati *waitlist*. (Ada *prompt* untuk memasukkan kode setelah Anda mengisi nama, nomor telepon, dan lokasi.) Aplikasi ini diluncurkan November 2025, dan saya telah menggunakannya sejak pertengahan Desember dan sangat menyukainya. Aplikasi ini didirikan oleh dua mantan eksekutif Hinge, dan tujuannya adalah membantu Anda merealisasikan rencana dari obrolan grup… atau koleksi Instagram… atau selebaran acak yang pernah Anda tangkap… atau email dari teman sekamar kuliah yang sudah lama hilang kontak. Anda bisa membagikan tangkapan layar ke Rodeo, tautan Instagram, tautan TikTok, atau foto. Ada puluhan integrasi berbeda. Rodeo menggunakan AI untuk “mengatur” dan membuat semuanya masuk akal.
Sebagai contoh, saya kerap menangkap *flyer* pertunjukan, dan Rodeo “mengaturnya” dengan menambahkan tanggal, ringkasan singkat, peta ke lokasi, tautan pembelian tiket, dan sumber utamanya. Anda bisa mengurutkan dan memberi nama koleksi baru, serta melihatnya berdasarkan tanggal atau di peta. Merencanakan restoran? Anda dapat memesan reservasi di dalam aplikasi. Ingin mengundang teman? Daftar dapat dibuat kolaboratif, dan Anda bisa mengirim undangan kalender langsung dari aplikasi. Berbagi sangat mudah, dan Anda mendapat notifikasi *push* kecil ketika Rodeo selesai bekerja.
Hal utama yang saya sukai dari Rodeo adalah ia mengumpulkan semuanya dalam satu tempat. Contohnya, saat merencanakan liburan dengan sahabat, saya tidak perlu menyisir Instagram, TikTok, Pinterest, aplikasi Catatan, dan pesan teks kami untuk mengingat aktivitas yang disarankan. Semuanya sudah ada di dalam Rodeo. Prinsip yang sama berlaku ketika saya bersiap pindah ke kota baru. Tidak perlu khawatir melewatkan acara atau lupa nama restoran yang direkomendasikan bartender suatu malam. Semua terkumpul di satu tempat.