Denda FTC Hampir Rp15 Miliar pada Pemasar karena Tak Benar-Benar Mendengar Percakapan Orang

Teori konspirasi soal pengiklan yang diam-diam menyadap ponsel kita sudah beredar bertahun-tahun. Sekarang, tiga perusahaan terancam sanksi karena diduga mengklaim bisa melakukan hal tersebut, padahal ternyata tidak.

Komisi Perdagangan Federal (FTC) mengumumkan pada Kamis bahwa Cox Media Group bersama dua mitranya harus membayar hampir satu juta dolar untuk menyelesaikan tuduhan bahwa mereka menyesatkan pelanggan soal layanan iklan berbasis AI yang disebut-sebut mampu menargetkan konsumen lewat percakapan yang ditangkap dari perangkat pintar mereka.

Menurut FTC, pihak perusahaan—yang juga meliputi MindSift dan 1010 Digital Works—diduga mengklaim layanan “Active Listening” mereka menggunakan algoritma khusus untuk mendeteksi percakapan relevan dari ponsel dan perangkat lain, kemudian menargetkan iklan di suatu area geografis tertentu.

Cox Media Group pertama kali menjadi berita utama layanan ini pada 2023 ketika pemasaran mereka sendiri justru memanfaatkan kengerian dari teori-teori konspirasi tersebut.

“Memang Benar. Perangkat Anda Mendengarkan Anda,” demikian bunyi situs perusahaan saat itu. “Dengan Active Listening, CMG kini bisa menggunakan data suara untuk menargetkan iklan kepada ORANG-ORANG yang persis Anda cari.”

Idenya, usaha kecil bisa menargetkan orang yang pernah mengucapkan frasa tertentu dalam percakapan sehari-hari. Salah satu contohnya: "AC udah pada mau rusak nih!"

Ternyata, semua itu palsu. FTC menyebut layanan tersebut sebenarnya tidak benar-benar menyadap percakapan konsumen. Layanan itu hanya menjual kembali daftar email yang diperoleh dari pialang data dengan markup besar.

“Produk yang dipasarkan ini tidak sesuai klaim—malah mereka juga menyesatkan calon pelanggan dengan bilang bahwa konsumen sudah setuju ikut layanan ini, padahal jelas tidak,” kata Christopher Mufarrige, Direktur Biro Perlindungan Konsumen FTC, dalam siaran pers. “Aturan dasar bisnis adalah jujur pada pelanggan, dan perusahaan ini gagal.”

MEMBACA  Kelompok hak asasi manusia mengatakan serangan Israel di bangunan Gaza menewaskan 106 orang dalam kasus kejahatan perang yang terlihat

Perusahaan-perusahaan tersebut juga dituduh menyesatkan dengan mengklaim bahwa konsumen telah menyetujui partisipasi dalam Active Listening saat mereka menyetujui ketentuan layanan aplikasi yang digunakan.

“Mengklik setuju pada ketentuan layanan bukan berarti ‘persetujuan sukarela’ untuk layanan invasif semacam ini, apalagi untuk menggunakan data suara konsumen dari dalam rumah mereka,” tegas FTC.

FCT juga mencatat bahwa layanan ini bakal melanggar Seksi 5 UU FTC jika benar berfungsi seperti diiklankan dan tanpa persetujuan konsumen yang sah.

Berdasarkan usulan penyelesaian, Cox Media Group akan membayar 880.000 dolar, sementara MindSift dan 1010 Digital Works masing-masing 25.000 dolar. Uang itu akan dipakai untuk memberikan ganti rugi kepada pelanggan CMG yang terdampak.

Cox Media Group dan MindSift tidak langsung menanggapi permintaan komentar. 1010 Digital Works pun tidak bisa dihubungi. Sampai berita ini diturunkan, situs mereka dialihkan ke halaman yang menampilkan kutipan kerap dikaitkan dengan Albert Einstein: “The measure of intelligence is the ability to change.”

Namun, juru bicara Cox Media Group mengatakan kepada Wired, “Kami merasa lega persoalan ini selesai. Tim pemasaran kami hanya mengandalkan materi promosi dari pemasok pihak ketiga. Kami segera mencabut materi tersebut dan menghentikan penggunaan produk ini.”

Tinggalkan komentar