Bagi generasi milenial, pergi ke Claire’s seperti tradisi yang wajib dilakukan. Di sanalah tempat orang menindik telinga, membagi kalung persahabatan menjadi dua bagian, dan setiap kali ke mal pasti pulang dengan membawa banyak aksesoris mengkilap yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan tetapi harus dibeli. Jauh sebelum "masa kanak-kanak perempuan" menjadi kata populer di internet, Claire’s sudah membangun bisnisnya di atas konsep itu.
Tapi, nostalgia saja tidak cukup untuk membuat toko bertahan di tahun 2026.
Setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan keuangan, perubahan kebiasaan belanja, dan matinya mal-mal di Amerika secara perlahan, Claire’s menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk mengubah dirinya demi generasi yang lebih suka berkumpul dengan teman di Roblox daripada di mal. Pelanggan terbarunya bukan lagi milenial yang mencari nostalgia — melainkan Gen Alpha, yang menemukan merek ini lewat YouTube, media sosial, dan game online.
Strategi itu terlihat jelas di VidCon tahun ini, saat Claire’s memperlihatkan kerja sama terbarunya dengan YouTuber Roblox, Lana’s Life, yang baru saja tersedia di toko-toko di seluruh negeri. Koleksi ini, yang terinspirasi dari game populer Dress To Impress, lebih dari sekadar produk kreator. Ini bagian dari usaha besar untuk menjadikan Claire’s sebagai "taman bermain yang inspiratif untuk masa gadis modern".
"Anak perempuan sekarang merasa terburu-buru untuk tumbuh dewasa," kata Michelle Goad, Kepala Bagian Merek Claire’s di konvensi itu . "Karena mereka bisa mengakses segalanya di media sosial. Algoritma mereka memperlihatkan perempuan dewasa, jadinya mereka merasa terdesak untuk cepat dewasa. Kami mengambil posisi yang berbeda dan berkata ‘Kami justru akan berhenti sejenak dan menghargai masa gadis ini’."
Bagi Claire’s, itu berarti mengerti bagaimana Gen Alpha berbeda dari generasi sebelumnya. Kalau Gen Z menyukai warna yang lebih mencolok, gaya yang ujung dan lebih maksimalis, Goad bilang pembeli remaja putri sekarang lebih suka gaya yang lebih soft.
"Mereka sangat feminim. Mereka suka gaya pastel," katanya.
Dia percaya, pergeseran ini sebagian karena,," Kalau ibunya sedang di era beige (gaya netral),," candanyaDia. "ya anak perempuannya pasti akan sangat feminin sekali.
Hasil pemikiran itu telah mempengaruhi segalanya dari barang dagangan sampai rekan kreator yang diajak bekerjasama merek ini.
StatCIFF) #")Seluruh HakHalu000)
Mari gunaker kalau dilamar Ada modE-‘
Seperti misalkan dengan Brandand memiliki khusus untuk terde dgar