Sutradara Christopher Nolan sekarang lagi banyak bicara tentang beberapa hal di tengah promosi film terbarunya, The Odyssey.
Yang pertama adalah soal "kontroversi pemain" yang dibuat oleh orang-orang rasis dan transfobik di internet. Di film itu, Lupita Nyong’o dan Elliott Page memainkan peran sebagai Helen of Troy (dan saudarinya Clytemnestra) serta prajurit Yunani bernama Sinon. Tentu saja ini membuat banyak orang yang protes. Tapi Nolan tidak terlalu peduli dengan keluhan itu. Menurutnya, orang-orang yang protes pasti belum lihat filmnya. Seperti yang dia bilang ke The Telegraph, reaksi seperti itu "selalu tidak penting, karena belum ada yang tahu seperti apa filmnya sebenarnya. Sudah biasa saja. Ingat, saya menghabiskan 10 tahun mengurus Batman."
Pengalaman dari trilogi Dark Knight membuatnya paham bahwa adaptasi itu soal menghormati karya asli dengan cara interpretasi sendiri yang paling kuat. Nolan berharap penonton bisa mengerti maksudnya saat melihat The Odyssey. "Meskipun kami membuat sesuatu yang tidak sesuai keinginan penggemar, mereka tetap menikmati kesungguhan kami untuk membuat versi terbaik," katanya. "Yang bisa saya lakukan adalah membuat film sebaik mungkin setulus hati. Pasti beda dari cara orang lain, tapi itulah adaptasi."
Bicara soal kesungguhan, Nolan melihat kesuksesan film Obsession dan Backrooms sebagai tanda bagus untuk masa depan pembuatan film. Menurutnya, dua film ini fokus ke kerja praktek dan menolak AI generatif, yang menurut dia adalah sesuatu yang belum pernah terjadi dalam waktu lama. Anak-anak muda generasi Z, menurutnya, sangat menolak AI itu. Anak-anak Nolan sendiri punya penilaian yang langsung keras terhadap "buatan AI yang jelek".
"Anak-anak saya langsung tahu itu apa, karena mereka tumbuh dengan dunia online. AI ini muncul di waktu yang salah dalam pembuatan film. Setelah bertahun-tahun film terlalu virtual, sekarang kita ingin bentuk cerita yang lebih nyata dan langsung terasa," jelas Nolan.
Nolan senang membuat film yang terasa nyata dan pas untuk ditonton di bioskop. Dia hanya ingin orang "menikmati keajaiban" The Odyssey dalam beberapa hari ke depan, asalkan mereka sudah dapat tiket sebelumnya.