Lovense memulai debutnya di CES 2026 dengan sebuah produk yang sulit diabaikan. Merek yang dikenal dengan mainan seks terkoneksi aplikasi itu meluncurkan boneka pendamping berbasis AI yang menggabungkan keintiman fisik dengan kecerdasan percakapan.
Baca selengkapnya: Official Best of CES 2026 Awards: Our Hand-Selected Finalists in 22 Categories
Boneka berukuran manusia ini, yang dinamai Emily, memiliki eksterior silikon realistik, kerangka internal yang dapat diposisikan sepenuhnya, dan gerakan wajah terbatas termasuk gerakan mulut untuk interaksi yang lebih ekspresif.
Namun Lovense menyatakan bahwa perangkat keras boneka tersebut hanya separuh cerita. Inti penawaran sesungguhnya terletak pada perangkat lunak emosionalnya. Yang membedakan Emily bukan hanya apa yang “dia” dapat lakukan, tetapi apa yang dapat diingat oleh sistem AI.
Boneka ini mampu melakukan percakapan, mengingat interaksi masa lampau, dan menyesuaikan kepribadiannya sesuai keinginan pengguna seiring waktu. Artinya, Emily tidak hanya merespons, tetapi juga mengakumulasi memori.
Simak video ini: I Met My First Sex Robot at CES
02:10
Emily terhubung ke aplikasi Lovense melalui Bluetooth, memungkinkan pengguna berinteraksi dengan AI-nya bahkan ketika tidak secara fisik bersama bonekanya. Produser senior CNET, Jesse Orrall, yang mendapat kesempatan berbicara dengan eksekutif Lovense, mengatakan bahwa fitur fisik dan kepribadian Emily dapat dikustomisasi, dan ia dapat mengirimkan *selfie* yang dihasilkan AI atas permintaan. (Orrall tidak dapat menguji fitur obrolan Emily di lokasi.)
Fase berikutnya dalam hubungan manusia-AI
Mungkin Lovense tidak hanya menjual boneka, melainkan lebih kepada peta jalan untuk sebuah hubungan jangka panjang. Selama demo di CES, perusahaan tersebut lebih menyajikan produk ini sebagai bentuk pendampingan ketimbang sekadar alat seks. Situs web perusahaan menyatakan Emily dapat membantu membangun kepercayaan diri melalui koneksi tanpa penghakiman dan ekspresi intim yang aman melalui eksplorasi.
Lovense memposisikan robot seks ini sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas, alih-alih perangkat mandiri, menandai pergeseran menuju platform yang menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, dan personalisasi jangka panjang melalui *machine learning*.
Di CES 2025, kami melihat robot humanoid bernama Aria, robot pendamping berkulit lembut lain yang didesain untuk penampilan mirip manusia dan koneksi emosional, namun jauh lebih kompleks secara teknologi. Perusahaannya, Realbotix, kini memiliki beberapa robot lain yang dapat dikustomisasi untuk berbagai kasus penggunaan di luar teknologi seks, seperti media, layanan kesehatan, dan korporat.
Bagaimana CNET Senior Producer Jesse Orrall bisa bertemu semua robot seks di CES?
CNET
Setahun kemudian, di CES 2026, boneka pendamping Lovense ini menunjukkan bagaimana trajektori robot seks mencerminkan trajektori teknologi itu sendiri—dari sekadar hal baru, menjadi alat utilitas, hingga menciptakan keterikatan. Dan seiring pendamping AI menjadi semakin umum, batas antara produk dan mitra menjadi semakin samar.
Harga dan ketersediaan boneka pendamping Lovense ‘Emily’
Menurut perusahaan, boneka ini akan dihargai antara $4.000 hingga $8.000, tergantung tingkat kustomisasi, dan diperkirakan mulai dikirim pada 2027. Anda dapat bergabung dengan waitlist melalui situs web dengan biaya reservasi $200.
Apakah gagasan tentang boneka pendamping AI ini terasa menarik, mengganggu, atau di antara keduanya, kehadirannya di CES mengatakan banyak tentang arah perkembangan teknologi. Ketika kecerdasan buatan melampaui layar dan pengeras suara, produk seperti Emily mengisyaratkan masa depan di mana robot seks AI tidak lagi sekadar dapat diprogram, tetapi semakin personal. Semoga saja Emily tidak berakhir seperti Ava di *Ex Machina*.