Cara Sinkronkan Termostat Cerdas dengan Tarif Listrik Non-Puncak untuk Efisiensi Biaya

Maria Diaz/ZDNET

Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber pilihan di Google.


Baik Anda pengguna rumah pintar berpengalaman maupun baru memulai pengaturan smart home, ada banyak potensi otomatisasi yang mungkin belum Anda manfaatkan. Termostat pintar adalah salah satu solusi terbaik untuk tagihan energi yang tinggi, karena pemasangannya dapat mengurangi biaya utilitas hingga 10% sampai 23%.

Baca juga: 10 gadget rumah pintar berguna yang bikin hidup lebih mudah (dan kebanyakan lagi diskon)

Namun, penyesuaian fitur termostat Anda dapat menghemat lebih banyak uang tiap tahun dengan memitigasi lonjakan suhu yang mahal, membatasi pemanasan dan pendinginan pada jam di luar beban puncak, serta memanfaatkan fitur pintar termostat secara optimal.


Cara mengantisipasi lonjakan suhu

Maria Diaz/ZDNET

Apa yang Anda butuhkan: Aplikasi IFTTT di iOS atau Android dan sebuah termostat pintar.

1. Unduh dan masuk ke IFTTT

Aplikasi seperti IFTTT (if this, then that) memungkinkan Anda menghubungkan layanan dan aplikasi lain di ponsel ke smart home, sehingga Anda dapat mengatur pemicu di luar batas sistem otomasi rumah Anda.

Penggunaan IFTTT mengharuskan Anda menghubungkan termostat pintar ke aplikasi saat membuat applet.

2. Buat sebuah applet

Applet adalah otomatisasi yang dapat Anda buat dalam IFTTT. Pembuatannya mudah dengan struktur “jika X terjadi, maka Y harus menyusul”.

3. Atur pemicu dengan Weather Underground

Integrasi ini memungkinkan Anda mengakses pemicu cuaca lokal spesifik, misalnya saat suhu lokal turun di bawah 30 atau naik di atas 85 derajat Fahrenheit.

4. Atur aksi Anda

Tentukan aksi yang akan terjadi saat pemicu terpicu. Ini bisa berarti mengatur termostat untuk mendinginkan rumah dua derajat di bawah suhu biasa sebelum pukul 8:00 pagi pada hari ketika suhu akan mencapai 85 derajat atau lebih.

MEMBACA  Menteri Inspeksi Kios Pupuk di Lampung untuk Pastikan Harga Turun

Pra-pendinginan rumah dapat menghemat uang, asalkan dilakukan dengan benar. Berikut cara yang tepat untuk pra-pendinginan rumah:

  • Pra-dinginkan di jam di luar puncak: Periksa dengan perusahaan utilitas untuk mengetahui kapan biaya energi tertinggi dan terendah sebelum menyetel otomatisasi. Meski penyedia biasanya menetapkan jam puncak dari pukul 6 pagi hingga 9 pagi, tarif juga terendah di waktu lain, seringnya di tengah malam.
  • Pantau suhu harian: Pastikan otomatisasi ini hanya berjalan ketika suhu luar lebih tinggi dari biasanya, agar AC tidak bekerja berlebihan.
  • Pastikan rumah terinsulasi dengan baik: Agar pra-pendinginan dan pra-pemanasan berfungsi sesuai tujuan, rumah harus memiliki insulasi yang baik agar udara dingin atau panas tidak bocor. Periksa kebocoran di jendela dan pintu, serta tambahkan weather stripping jika perlu. Juga, tutup tirai dan gorden untuk mencegah udara sejuk atau hangat keluar.
  • Jangan berlebihan: Menyalakan dan mematikan HVAC selama suhu ekstrem akan membebani sistem dan membengkakkan tagihan energi. Menetapkan rentang suhu yang lebar adalah yang terbaik, dan menjalankan sistem saat suhu lebih sedang juga lebih ideal.

Sayangnya, sebagian besar sistem otomasi rumah populer bersifat reaktif (seperti Apple Home, Google Home, dan Amazon Alexa), artinya otomatisasi mereka merespons peristiwa setelah terjadi, bukan yang diprediksi akan terjadi.

Anda tidak harus menggunakan IFTTT untuk mencapai ini, meski cukup praktis. Anda juga bisa memantau cuaca lokal sendiri atau membuat otomatisasi untuk melakukannya dengan sistem lain, seperti Home Assistant. Anda bisa menggunakan Gemini for Home untuk membuat otomatisasi serupa, tetapi ini memerlukan langganan karena versi gratisnya tidak mengizinkan rutinitas kompleks seperti contoh di atas.

Anda juga dapat menggunakan sensor untuk mengotomatisasi termostat pintar dengan mudah tanpa IFTTT. Sensor suhu pintar yang kompatibel dengan Alexa, Apple, dan Google dapat ditambahkan ke rumah dan dikendalikan dengan otomatisasi dalam aplikasi masing-masing. Cukup pilih sensor di aplikasi smart home, atur suhu sebagai pemicu, dan pilih respons termostat.

Misalnya, jika Anda memiliki sensor suhu pintar di kamar tidur anak, Anda dapat mengatur termostat pintar untuk mendinginkan ruangan setiap kali suhu di sana melebihi 68 derajat.

MEMBACA  Mardiono Mengajak Kader PPP untuk Meraih Kemenangan dengan Usaha, Doa, dan Rela Menyerahkan

Tinggalkan komentar