Oleh Kerry Wan/ZDNET
Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber pilihan di Google.
—
Intisari ZDNET
- TV pintar melacak kebiasaan menonton dengan teknologi Automatic Content Recognition (ACR).
- Data yang terkumpul mendukung iklan bertarget senilai miliaran dolar.
- Mematikan ACR melindungi privasi, namun memerlukan upaya ekstra.
—
Tahukah Anda bahwa setiap kali menyalakan TV pintar, Anda mengundang "tamu tak kasat mata" untuk ikut menonton?
Kini, sebagian besar TV mainstream menggunakan Automatic Content Recognition (ACR), yaitu teknologi pelacakan iklan yang mengumpulkan data segala tayangan yang Anda tonton dan mengirimkannya ke basis data pusat. Produsen lalu memanfaatkan informasi ini untuk memahami kebiasaan menonton Anda dan menyajikan iklan yang sangat tertarget.
Baca juga: Punya TV Samsung? Saya ubah 6 pengaturan ini agar sistem kembali lancar
Apa insentif di balik teknologi invasif ini? Menurut firma riset pasar eMarketer, pada 2022, pengiklan menghabiskan sekitar $18,6 miliar untuk iklan TV pintar, dan angka ini diprediksi terus meningkat.
Untuk memahami cara kerja ACR, bayangkan layanan seperti Shazam yang berjalan konstan di latar belakang saat TV menyala. Teknologi ini mengidentifikasi konten yang ditampilkan di layar—mulai dari program kotak TV kabel, layanan streaming, hingga konsol game—dengan mengambil screenshot secara terus-menerus dan mencocokkannya dengan basis data besar berisi konten media dan iklan.
Menurut The Markup, ACR mampu menangkap dan mengidentifikasi hingga 7.200 gambar per jam, atau sekitar dua gambar per detik. Pelacakan ekstensif ini memberikan wawasan berharga bagi pemasar dan distributor konten, karena mengungkap kaitan antara informasi pribadi penonton (seperti alamat email, alamat IP, bahkan alamat fisik) dengan preferensi konten mereka.
Dengan memahami tayangan yang ditonton dan disukai penonton, pemasar dapat mengambil keputusan tentang rekomendasi konten dan menempatkan iklan yang disesuaikan. Mereka juga dapat melacak iklan yang berujung pada pembelian.
Namun, bagian yang paling mengkhawatirkan adalah potensi penyalahgunaan. Di tangan yang salah, informasi sensitif yang dikumpulkan melalui ACR dapat dieksploitasi atau disalahgunakan, berisiko menimbulkan masalah keamanan atau—dalam kasus ekstrem—pencurian identitas.
Karena ACR beroperasi diam-diam di latar belakang, banyak dari kita tidak menyadari kehadirannya setiap kali menikmati tayangan favorit. Proses menonaktifkan ACR pun rumit dan terkadang menantang. Menjelajahi pengaturan TV mungkin memerlukan puluhan klik untuk melindungi privasi dengan lebih baik.
Jika Anda, seperti saya, menganggap fitur ini mengganggu atau meresahkan, ada cara untuk menonaktifkan pengumpulan data ini pada TV pintar Anda. Mungkin butuh sedikit kesabaran, namun di bawah ini adalah panduan untuk lima merek utama tentang cara mematikan ACR.
Cara mematikan ACR pada TV pintar
Samsung
- Tekan tombol Home pada remot.
- Arahkan ke kiri untuk mengakses menu sisi.
- Pilih Privacy Choices.
- Pilih Terms & Conditions, Privacy Policy.
- Pastikan kotak centang Viewing Information Services tidak aktif. Ini akan mematikan ACR dan iklan bertarget terkait.
- Pilih OK di bagian bawah layar untuk mengonfirmasi.
LG
- Tekan tombol Home, lalu Settings.
- Pilih General → System → Additional Settings.
- Cari dan matikan opsi Live Plus.
LG juga memungkinkan pembatasan pelacakan iklan:- Di menu Additional Settings, pilih Advertisement.
- Aktifkan Limit AD Tracking.
Untuk mematikan promosi dan rekomendasi konten: - Di Additional Settings, pilih Home Settings.
- Nonaktifkan Home Promotion dan Content Recommendation.
Sony
- Dari Home, pilih Settings → Initial Setup → Samba Interactive TV.
- Pilih Disable untuk mematikan Samba TV (teknologi ACR Sony).
Untuk privasi lebih lanjut:- Buka Settings → About → Ads.
- Matikan Ads Personalization.
Sebagai langkah ekstra, nonaktifkan Samba Services Manager: - Settings → Apps → Samba Services Manager → Clear Cache → Force Stop → Disable.
Jika TV Sony menggunakan Android TV: - Buka aplikasi Google Home di ponsel.
- Pilih TV Anda → Settings.
- Matikan Send Chromecast device usage data and crash reports.
Roku
- Dari Home, buka Settings → System → Privacy.
- Cari opsi bernama Smart TV Experience, Viewing Information Services, atau serupa.
- Matikan opsi tersebut.
Untuk iklan dan rekomendasi yang tidak dipersonalisasi:- Di menu Privacy, cari Ad Tracking atau Interest-Based Ads → matikan.
- Nonaktifkan juga opsi rekomendasi konten.
TCL
- Dari Home, pilih Settings → Privacy → Smart TV Experience.
- Nonaktifkan Use Info from TV Inputs.
Opsi privasi tambahan di menu Privacy:- Advertising → Limit ad tracking.
- Advertising → nonaktifkan Personalized ads.
- Microphone → atur Channel Microphone Access dan Channel Permissions sesuai keinginan.
—
Perlu diingat, meski langkah-langkah ini mengurangi pengumpulan data secara signifikan, beberapa fitur pintar TV mungkin menjadi terbatas. Dianjurkan untuk memeriksa pengaturan ini secara berkala, terutama setelah pembaruan perangkat lunak, karena terkadang pengaturan dapat kembali ke kondisi default.
Kekuatan pendorong di balik iklan bertarget di TV pintar adalah teknologi ACR. Keberadaannya menunjukkan fokus produsen pada monetisasi data pengguna, bukan prioritas kepentingan konsumen.
Bagi kebanyakan kita, ACR memberikan sedikit manfaat nyata, sementara berbagi kebiasaan dan preferensi menonton secara real-time membuka potensi risiko privasi. Dengan menonaktifkan ACR, Anda dapat lebih menjaga data pribadi dan menikmati tayangan dengan lebih tenang.
Catatan redaksi: Artikel ini pertama kali terbit tahun 2024. Terakhir diperbarui, diverifikasi fakta, dan ditinjau ulang pada Januari 2026.