Burger King Racik ‘Patty,’ Chatbot AI untuk Mengawasi Karyawan

Dalam waktu dekat, beberapa gerai Burger King akan memungkinkan pelanggan mendapatkan pesanan sesuai keinginnan, dibantu oleh chatbot AI bagi karyawan. Seperti diungkapkan oleh Chief Digital Officer perusahaan dalam sebuah wawancara dengan The Verge pada Kamis, rantai makanan cepat saji ini akan menambahkan Patty—sebuah chatbot AI—ke dalam *headset* yang dipakai sebagian karyawan sebagai bagian dari pilot project di 500 lokasi pada tahun ini.

Chatbot Patty tidak hanya akan membantu tugas pekerjaan, tetapi juga memantau etika, memastikan karyawan menggunakan frasa seperti “tolong” dan “terima kasih” dalam interaksi dengan pelanggan.

“Ini dimaksudkan sebagai alat pembinaan,” kata Thibault Roux dari Burger King kepada The Verge.

Patty, yang jangan dikelirukan dengan burger Krabby Patty dari *SpongeBob SquarePants*, juga akan melakukan tugas seperti memberi peringatan ke sistem manajemen inventaris ketika suatu barang habis. Patty adalah bagian dari sistem berbasis AI yang lebih besar bernama BK Assistant yang akan hadir di seluruh restoran Burger King menjelang akhir tahun.

Meski Burger King akan menggunakan AI di *headset*, Roux mengatakan teknologi ini belum cukup siap untuk digunakan dalam mengambil pesanan, meskipun rantai makanan cepat saji lain telah mencoba. Sementara AI tampaknya menguasai berbagai industri, bisnis seperti Taco Bell menemukan bahwa menerapkan AI untuk melayani pelanggan yang lapar jauh lebih sulit dari yang dibayangkan. Pilot project pemesanan AI dari McDonald’s berakhir pada 2024 tanpa kesuksesan.

“Tidak setiap tamu siap untuk ini,” ujar Roux.

Pandangan Buruh Terhadap Pembuatan Burger Berbasis AI

Tidak semua orang menyukainya pula.

Direktur Eksekutif baru dari Institut Teknologi AFL-CIO, Lauren McFerran, menyatakan bahwa yang direncanakan Burger King adalah bagian dari tren besar di tempat kerja menuju penggunaan AI untuk pengawasan karyawan.

MEMBACA  Cara Kerja Masker Wajah LED dan Terapi Cahaya Merah untuk Menghilangkan Keriput (2024)

“Pekerja di seluruh sektor ekonomi mengalami pengawasan yang invasif dan merendahkan martabat, yang menegaskan kebutuhan akan pagar pembatas yang ketat dan dapat ditegakkan,” kata McFerran. “AI seharusnya digunakan untuk membuat pekerjaan lebih baik dan aman, bukan sebagai alat invasif yang merugikan para pekerja.”

https://incubadora.periodicos.ufsc.br/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=yjbF

Tinggalkan komentar