Bersiaplah untuk Lebih Banyak Gadget Konsumen Pemindai Otak

Gadget berikutnya yang kamu kenakan di kepala mungkin bisa memindai otakmu. Neurable, perusahaan asal Boston yang menyematkan teknologi pemindaian otak non-invasif ke dalam perangkat keras untuk memantau tingkat fokus seseorang, baru saja mengumumkan akan beralih ke model platform lisensi. Dengan memberikan sertifikasi ke pihak ketiga, Neurable memperkirakan teknologinya akan hadir dalam “banjir” gadget konsumen pada tahun ini dan tahun depan.

Neurable sebelumnya lebih fokus pada sepasang headphone konsumen yang dibuat bekerja sama dengan merek audio Master & Dynamic. Perusahaan ini juga memiliki kontrak dengan Departemen Pertahanan AS untuk mengkaji bagaimana teknologinya dapat memantau tekanan ledakan dan berpotensi membantu mendiagnosis cedera otak traumatis ringan pada tentara. Dengan model lisensi ini, kita mungkin akan melihat lebih banyak teknologi Neurable di perangkat wearable sehari-hari yang dikenakan di kepala.

Headphone tersebut menggunakan sensor electroencephalography (EEG) bawaan untuk memonitor gelombang otak. Informasi ini dikirim ke aplikasi pendamping dan memberi tahu pengguna kapan mereka membutuhkan “istirahat otak,” mendorong mereka untuk menarik napas sejenak sebelum merasa kelelahan agar produktivitas tetap maksimal. Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna mengetahui kesiapan kognitif mereka hari itu, usia otak, serta metrik lain seperti pemulihan mental, beban kognitif, dan ketahanan terhadap kecemasan. Staf penulis WIRED, Emily Mullin, telah menguji headphone asli pada tahun 2024, meskipun ia merasa sulit untuk memverifikasi keakuratan algoritma Neurable.

Kini, merek gaming milik HP, HyperX, merilis headset gaming dengan teknologi Neurable, yang bertujuan meningkatkan performa manusia saat bermain esports. Headphone ini diklaim dapat membantu pengguna masuk ke kondisi mental yang tepat untuk performa terbaik. Ramses Alcaide, salah satu pendiri sekaligus CEO Neumerable, mengatakan kepada WIRED bahwa perusahaan telah menerbitkan white paper yang menunjukkan peningkatan performa di antara para gamer—dengan waktu respons yang lebih cepat dalam permainan first-person shooter serta sedikit peningkatan akurasi.

MEMBACA  Badai Helene Menunjukkan Betapa Rusaknya Sistem Asuransi di Amerika Serikat

Meskipun peningkatan ini terdengar kecil, milidetik sangatlah berharga di dunia esports yang serba cepat. Alcaide mengatakan hal ini juga bisa diterapkan di bidang lain: Membantu seorang siswa mengurangi kecemasan sebelum ujian, atau atlet untuk mengendalikan kegugupan sebelum perlombaan. Teknologi Neurable tidak bergantung pada perangkat keras tertentu; Alcaide mengatakan teknologi ini bisa ditanamkan di headphone, kacamata pintar, topi, atau helm. “Ada banyak teknologi yang menyentuh kepala manusia yang belum tersematkan platform kami,” katanya.

Ia menganalogikannya dengan saat Fitbit mempopulerkan gelang pemantau detak jantung. Awalnya, tak ada yang tahu bagaimana perangkat kebugaran akan diterima, namun kini orang tak lagi heran melihat perangkat serupa di pergelangan tangan. Tak lama lagi, orang mungkin tidak akan berpikir dua kali soal teknologi pemindaian otak di headphone—setidaknya, itulah idenya. Teknologi Neurable ‘tidak terlihat’ di dalam gadget semacam itu.

Perusahaan yang melisensi teknologi Neurable dapat mengintegrasikannya ke perangkat keras yang sudah ada, kata Alcaide. Mereka akan mengendalikan keseluruhan pengalaman, mulai dari desain produk hingga perangkat lunak. Nantinya, produk-produk ini akan diiklankan sebagai “Powered by Neurble AI.” Data pengguna tetap dialirkan ke server Neurable untuk diproses, tapi Neurable mengatur perlindungan privasi data. Pengidentifikasi pengguna dipisahkan dari data, dan meskipun perusahaan mitra menangani bagian tatap muka dengan pengguna, Neurable mengklaim mereka tetap memegang kendali atas sistem dasar dan penanganan data. Sebelumnya, Neurable telah menyampaikan bahwa model bisnisnya adalah bukan untuk menjual data pengguna.

“Selalu ada kekhawatiran ketika ada transisi ke teknologi baru,” kata Alcaide. “Kami sangat berhati-hati dalam masa transisi ini. Kami melindungi data dan bertindak seeketis mungkin.”

Neurable merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan brain-computer interface (BCI) dalam kategori yang terus berkembang. Elemind misalnya menggunakan EEG untuk meningkatkan kualitas tidur, sementara Sabit mencoba mengubah pikiran menjadi teks. Bahkan, Apple sempat mematenkan AirPods dengan sensorisasi EEG, meskipun belum tersedia.

MEMBACA  Era 'Buktikan atau Diam' untuk Hardware Kecerdasan Buatan

Tinggalkan komentar