Elden Ring: Edisi Tarnished sempat diumumkan sebagai bagian dari gelombang pertama game untuk Nintendo Switch 2 tahun lalu, namun hingga kini belum juga dirilis. Pengembang FromSoftware menunda rilis game ini dari jadwal awal tahun 2025, tetapi pada Kamis lalu, pre-order telah dibuka di berbagai retailer. Namun, sebagian gamer justru menyambut kabar ini dengan kekecewaan, bukan karena penundaannya, melainkan karena alasan lain yang mungkin tak terduga.
Berdasarkan daftar pre-order, Elden Ring: Edisi Tarnished akan dibanderol seharga $80, meski tanggal rilis pastinya masih belum dikonfirmasi. Versi untuk Switch 2 ini mencakup game dasar tahun 2022 serta ekspansi Shadow of the Erdtree, yang harganya setara di platform lain. Yang membedakan versi Switch 2 ini adalah kemasannya yang menggunakan Kartu Game-Key, sebuah keputusan yang justru memantik kemarahan para pemain.
Kartu Game-Key adalah solusi Nintendo untuk menyimpan game berukuran besar. Mengingat Switch 2 masih menggunakan kartrid fisik, game sebesar Elden Ring (yang menurut kemasannya membutuhkan ruang 75GB) akan memerlukan kartrid berkapasitas tinggi dengan biaya produksi yang signifikan, terutama dalam situasi kelangkaan komponen penyimpanan global.
Untuk menekan biaya kartrid, Nintendo menciptakan Kartu Game-Key—kartrid yang tidak berisi data game lengkap, melainkan hanya kunci untuk memvalidasi dan mengunduh game dari server Nintendo ke memori internal Switch 2. Setelah terunduh dan kartrid dimasukkan, game dapat dimainkan tanpa koneksi internet.
Mengapa Fitur Kartu Game-Key Mengundang Kekecewaan?
Walau fitur Kartu Game-Key membantu mengurangi biaya produksi fisik, ia juga menghilangkan hak kepemilikan fisik sepenuhnya bagi pembeli. Kekhawatiran akan hilangnya kepemilikan atas game kian menguat seiring maraknya praktik *delisting* (penghapusan game dari toko digital) oleh berbagai publisher. Begitu sebuah game di-*delist*, hampir mustahil untuk mengunduhnya ulang di perangkat lain. Contohnya, PUBG untuk PS4 dan Xbox One yang rilis tahun 2018, akhirnya tak lagi didukung oleh publisher-nya sehingga tidak dapat dimainkan.
Sebuah gerakan konsumen bernama Stop Killing Games berupaya menantang hak legal perusahaan game yang secara efektif “menghancurkan” game yang telah dibeli konsumen. Gerakan ini telah mendapatkan perhatian di Inggris dan Uni Eropa, dengan harapan dapat mendorong undang-undang perlindungan konsumen yang mencegah perusahaan menonaktifkan game yang telah terjual.
Apakah Versi Digital Elden Ring: Edisi Tarnished Lebih Murah?
Mulai dengan rilis Yoshi and the Mysterious Book pada Mei mendatang, Nintendo akan memberlakukan harga $10 lebih murah untuk versi digital game-game mereka. Artinya, game fisik seharga $70 akan menjadi $60 jika dibeli secara digital. Belum jelas apakah publisher lain akan mengikuti kebijakan ini. Elden Ring: Edisi Tarnished memang sudah tercantum di situs web Nintendo, namun harganya belum diumumkan.
Apa yang Baru di Elden Ring: Edisi Tarnished?
Saat mengumumkan Edisi Tarnished, publisher Bandai Namco mengonfirmasi adanya sejumlah konten baru, meski tidak terlalu banyak. Konten tersebut meliputi baju zirah, senjata, dan opsi kustomisasi penampilan Torrent yang baru. Selain itu, akan ada dua kelas pemula tambahan: Knight of Idis yang lebih cepat dan lincah, serta Heavy Knight yang—sesuai namanya—mengenakan zirah berat dan dimulai dengan pedang besar.
Penambahan kelas pemula baru tidak terlalu mengubah gameplay, karena pemain dapat mengubah statistik, perlengkapan, dan kemampuan karakter seiring permainan. Namun, para penggemar game mungkin bisa mendapatkan sekelumit informasi lore baru dari kelas-kelas ini, karena setiap karakter awal memiliki latar belakang ceritanya sendiri yang menambah detail kecil pada dunia Elden Ring.
Bandai Namco menyatakan bahwa konten baru dalam Edisi Tarnished juga akan hadir di platform lain melalui Paket Tarnished yang dirilis bersamaan dengan versi ini. Harga DLC tersebut belum diumumkan, namun diperkirakan sekitar $10.