Ashley Johnson Pahami Kritik terhadap Musim 2 ‘The Last of Us’

Meski season kedua The Last of Us berhasil meraih Game Award untuk Adaptasi Terbaik, serial live-action tersebut tetap menjadi topik yang sensitif bagi penggemar game terkait cara penanganan drama infestasi Naughty Dog. Walau banyak kritik terhadap serial ini telah menjadi sekadar kebisingan—mencampurkan kritik legitim dengan homofobia—Ashley Johnson, pengisi suara asli Ellie, berpendapat bahwa diskursus seputar serial ini tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada game-game-nya.

Dalam wawancara dengan The Direct, Johnson dengan bijak menyebutkan bahwa penolakan tersebut berakar pada hasrat yang mendalam terhadap game. Sebuah hasrat yang kerap menimbulkan gesekan ketika harapan seseorang terhadap serial bertolak belakang dengan visi kreator yang ingin diwujudkan. Inti dari The Last of Us, baik buruknya, adalah pembalikan besar terhadap ekspektasi penggemar—dari akhir game pertama hingga paruh pertama game kedua yang semakin menegaskan sensasi seperti disiram air dingin—maka wajar jika adaptasi serialnya mengalami fenomena serupa. Johnson dapat memahami kefrustrasian dari kedua belah pihak.

“Terkadang hasrat itu terasa menyenangkan, tapi terkadang tidak. Tapi saya memahaminya. Saya paham bagaimana rasanya sangat mencintai sesuatu dan menginginkannya menjadi seperti yang kamu bayangkan,” ujarnya. “Kami tidak bekerja untuk menyenangkan orang di media sosial atau menghindari membuat mereka kecewa. Kami hanya melakukan apa yang kami anggap benar, dan berharap penonton ikut dalam perjalanan ini dan menikmatinya.”

Johnson tidak merinci penyebab kemarahan penggemar terhadap season dua—dan jujur saja, siapa yang bisa menyalahkannya (itu adalah kaleng cacing yang sangat besar)—namun ia mengakhiri pandangannya dengan menimbang kedua sisi, kreator dan penggemar, dengan menyoroti betapa sulitnya menyeimbangkan hasrat dan ekspektasi.

“Bisa jadi sulit, ketika kamu sedang menciptakan karya ini, dan di sisi kamu, kamu sangat bersemangat dan antusias, dan berharap kedua hal itu bisa bertemu. Terkadang tidak. Dan itu berat, karena dalam pekerjaan apapun, kamu ingin orang-orang menyukainya, dan mencintainya sebesar kamu. Tapi saya mencintai The Last of Us dalam setiap bentuknya, dan saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari penceritaan itu.”

MEMBACA  Ketua Bayangan Bisa Picu "Pemberontakan" Terhadap Pengganti Powell

Johnson bukan satu-satunya aktor Ellie yang menyuarakan perasaannya tentang penolakan penggemar terhadap season dua. Bella Ramsey pada dasarnya mengatakan apa yang dipikirkan banyak orang ketika berbicara di podcast The Awardist, menanggapi minoritas vokal yang tersinggung dengan hubungan Ellie dan Dina.

“Tidak ada yang bisa saya lakukan. Serialnya sudah tayang. Tidak ada yang bisa diubah. Jadi saya pikir, tidak ada gunanya membaca atau melihat komentar apapun,” kata Ramsey. “Orang-orang tentu berhak atas opininya. Tapi itu tidak mempengaruhi serial; tidak mempengaruhi kelanjutan cerita atau apapun. Itu hal yang terpisah bagi saya. Jadi tidak, saya tidak terlalu terlibat.”

Di io9, kami cukup kritis terhadap season kedua karena terkesan tidak mempercayai penontonnya—selalu menjabarkan setiap pikiran karakter secara gamblang, mengabaikan nuansa dan prinsip “show, don’t tell”. Pada intinya, serial ini seolah memijat rahang penonton untuk membantu mereka mengunyah perasaan setiap karakter setiap saat, tanpa membiarkan pemainnya melakukan hal mereka.

Untuk masa depan adaptasi HBO dari simulator ayah pembasmi infestasi Naughty Dog yang sering dirilis ulang ini, season ketiga telah disiapkan, meski tanpa melibatkan ko-kreator game Neil Druckmann. Druckmann akan fokus pada pengembangan game bertema antariksa terinspirasi anime Naughty Dog, Intergalactic: The Heretic Prophet. Season ini akan dipimpin sendiri oleh showrunner Craig Mazin—seseorang yang pernah memiliki interpretasi karakter yang dipertanyakan dari season lalu. Ia juga sedang mengerjakan adaptasi game lain untuk HBO, serial Baldur’s Gate 3—sebuah serial yang tidak akan melibatkan penulis dari Larian Studios (siap-siap berkeringat dingin).

Bagaimanapun, season ketiga akan kurang berfokus pada Ellie (Bella Ramsey) dan lebih menonjolkan Abby (Kaitlyn Dever). Mari kita doakan agar ia terhindar dari “penggemar” aneh serta pelecehan dan ancaman daring yang pernah dialami rekan aktingnya di versi game, Laura Bailey. Alur season ini masih agak mengambang bagi yang sudah memainkan game, karena seluruh kisah akan berakhir di season keempat. Semoga saat itu tiba, kita semua bisa bersikap normal tentang ini.

MEMBACA  Inggris Tidak Memiliki Pembangkit Listrik Batu Bara untuk Pertama Kalinya dalam 142 Tahun

Ingin berita io9 lainnya? Cek jadwal rilis terbaru Marvel, Star Wars, dan Star Trek, kelanjutan DC Universe di film dan TV, serta semua yang perlu diketahui tentang masa depan Doctor Who.

Tinggalkan komentar