Api dan Abu: Penutup Saga Pertama ‘Avatar’

Jika James Cameron tak pernah membuat film Avatar lagi, ia merasa puas dengan titik akhir yang dicapai film baru ini. Dalam wawancara dengan io9 mengenai film terbaru, *Avatar: Fire and Ash*, penulis dan sutradara beberapa sekuel terhebat sepanjang masa ini menolak menyebut film ini sebagai sekuel. Ia justru menggambarkan tiga film pertama sebagai satu saga dan dua film terakhir sebagai saga lain. Itulah mengapa, bila kedua film itu tak terwujud, ia baik-baik saja mengakhirinya di sini.

“Saya kira Anda punya sedikit pengalaman dengan sekuel dan bagaimana Anda harus melampaui ekspektasi penonton, membawa mereka dari yang familiar ke yang baru setiap kali,” ujar Cameron. “Saya tidak memandang *Fire and Ash* sebagai sekuel. Saya menganggapnya sebagai puncak dari sebuah saga. Saya lebih suka istilah ‘saga’ daripada ‘sekuel’ karena banyak alur cerita yang kami kembangkan telah ada dalam arsitektur awal cerita. Jadi, jika Anda memandangnya sebagai babak ketiga, itu lebih tepat. Berbeda dengan sekuel Hollywood biasa, di mana mereka menghasilkan banyak uang dari sebuah film lalu berpikir, ‘Ya ampun. Kita harus buru-buru cari naskah baru. Mungkin tidak bagus, tapi syukur saja dan rilis.’ Bukan itu yang kami lakukan di sini. Ini permainan jangka panjang. Dan sejak awal saya tahu kami akan bermain jangka panjang dan bertaruh bahwa penonton akan mengikuti serta peduli dengan karakter-karakter ini. Meski mereka biru dan setinggi 10 kaki, mereka tetaplah manusia.”

Tapi untuk saat ini, karakter-karakter itu masih dijadwalkan kembali ke bioskop dengan *Avatar 4* pada 2029 dan *Avatar 5* pada 2031. Sejak pengumuman itu, sikap Cameron telah mendingin terkait keyakinannya akan realisasi film-film tersebut. Kini ia menjelaskan bahwa jika pun terwujud, itu adalah bagian cerita yang sama sekali berbeda. “Itu saga-nya sendiri,” katanya tentang film keempat dan kelima. “Memiliki awal, tengah, dan akhir yang terangkum dalam dua film itu. Saat ini, mereka masih sekadar wacana.”

MEMBACA  Pelindung Kasur vs. Sarung Kasur

Namun, para aktornya berharap lebih dari itu. “Saya sangat berharap kami dapat membuat film keempat dan kelima, karena ceritanya sangat menakjubkan dan gila, dan rasa-rasanya harus diceritakan,” kata Jack Champion, yang memerankan Spider, kepada io9. “Ini naik ke level berikutnya,” tambah Trinity Bliss, pemain Tuk.

*Avatar: Fire and Ash* tayang perdana pada 19 Desember, dan dapat diduga bahwa nasib sekuel-sekuel tersebut bergantung pada apakah publik menyukainya dan berbondong-bondong menontonnya. Kita akan segera mengetahuinya.

Ingin berita io9 lainnya? Cek jadwal Marvel, Star Wars, dan Star Trek terbaru, kelanjutan DC Universe di film dan TV, serta segala hal tentang masa depan Doctor Who.