Apakah Robot Vacuum Layak Dibeli?

Setiap hari—akhir pekan, hari kerja, hujan atau cerah—robot vakum yang sedang saya uji selalu berjalan tepat pukul 9 pagi. Ini selalu jadi pertanda bagus. Saya menghela napas lega dan melanjutkan aktivitas lainnya, merasa puas karena setidaknya satu tugas rumah yang menyebalkan itu sudah tertangani.

Saat pertama kali mulai menguji robot vakum delapan tahun silam, rasanya justru lebih merepotkan daripada manfaatnya. Saya harus membersihkan lantai terlebih dahulu. Merawat berbagai sensornya dengan teliti. Kini, saya sudah tak terlalu mempedulikannya. Walau pun ia tersangkut di proyek merajut terbaru anak saya, atau tidak bisa mengepel dapur karena saya lupa mengisi tangki air. Maju terus, prajurit kecilku.

Robot vakum sekarang jauh lebih pintar. Mereka bisa melalui medan ranjau mengejutkan seperti balok Lego, boneka binatang, atau tumpukan sepatu—jauh lebih baik daripada beberapa tahun silam. Sebagai orang tua bekerja dengan dua anak sekolah dasar dan seekor anjing, saya butuh semua bantuan yang ada. Mungkin ia akan membersihkan seluruh rumah; mungkin hanya 50 atau 65 persennya saja. Tapi sebagai seseorang yang terus-menerus melawan kekacauan, yang terpenting adalah konsistensinya.

## Tak Selalu Tepat Sasaran

Butuh waktu bagi saya untuk mencapai kondisi zen ini (dan juga untuk mengumpulkan cukup banyak robot vakum hingga bisa mengerahkan ‘pasukan’ di setiap ruangan dan lantai rumah). Berdasarkan pengalaman saya bertahun-tahun berbincang dengan banyak keluarga—serta berusaha mewariskan robot vakum bekas saya kepada mereka—berikut beberapa alasan mengapa robot vakum mungkin tidak layak untuk Anda.

* Anda tinggal di ruangan sempit. Kalau cuma butuh sejam atau kurang untuk menyedot debu, buat apa repot-repot?
* Denah rumah Anda rumit. Banyak rumah era 1970-an punya desain aneh dan kompleks—ruang tamu lebih rendah, ruang bermain yang harus naik beberapa anak tangga, kamar tidur di lantai atas. Meski vacuum penanjat tangga sedang dikembangkan, untuk saat ini, tidak praktis membawa-bawa vacuum dari satu ruang ke ruang lain.
* Anda punya karpet berjumbai aneh. Era 1970-an memang tidak bersahabat bagi robot vakum. Karpet berbulu panjang juga masalah, begitu pula perabot rendah.
* Anda benci perawatan. Anda benar-benar tidak tahan mengosongkan kantong debu yang ribet atau mengisi ulang tangki air. Menurut saya, mungkin ada masalah lain yang perlu diselesaikan sebelum memutuskan beli robot vacuum.

MEMBACA  TV Terbaik untuk Dibeli di Tahun 2025

Bahkan saya sendiri tidak sepenuhnya mengandalkan robot vakum untuk kebersihan rumah. Saya juga punya vakum tongkat Dyson, pembersih karpet, serta sapu dan pel biasa di lemari. Jika anak saya menumpahkan tepung di bawah kabinet saat membuat pancake, saya tidak akan mengeluarkan ponsel, membuka aplikasi, dan menonton robot vakum pelan-pelan meluncur untuk membersihkannya.

Ia juga tidak ideal untuk pembersihan mendalam. Sehebat apa pun perusahaan mempromosikan daya hisap robotnya, ia tak akan pernah sebersih bahkan vakum tangan paling kecil sekalipun. Ini soal fisika. Motor dan baterai robot vakum memang lebih kecil.

Bahkan sistem navigasi terbaik pun tak bisa mengakomodasi segala hal yang terjadi di lingkungan dinamis yang kacau-balau, dengan banyak ‘gremlin’ kecil dan hewan yang berlarian. Jika ada tamu datang, saya tetap harus berkeliling membereskan bentengan bantal dan memunguti serpihan kayu yang dipilih anjing saya dari tumpukan kayu lalu dibawa masuk ke rumah untuk dikunyah di kehangatan dan kenyamanan ruang keluarga.