Menurut hasil tes DNA anjing saya, ia setidaknya sebagian hipoalergenik. Namun, menurut American Kennel Club, tidak ada yang namanya anjing 100% hipoalergenik. Saya sendiri lebih cenderung sepakat dengan pernyataan yang kedua.
Saya mengatakan demikian karena, meskipun tidak ada gumpalan bulu yang berjatuhan setiap saat, saya tetap menemukan tumpukan serpihan kulit mati (dander) di sudut-sudut ruangan, dan debu dengan cepat kembali ke permukaan tak lama setelah dibersihkan. Saya berkesimpulan, ini mungkin berasal dari anjing saya, Walter, atau mungkin juga karena rumah saya yang sudah tua.
Terlepas dari apa penyebabnya, saya memutuskan untuk mencermati masalahnya. Saya mulai membersihkan debu dengan metode lembap di seluruh permukaan datar di rumah dan memasang alat <a rel="nofollow" href="https://www.cnet.com/home/kitchen-and-household/best-air-purifier/" rel="" class="c-shortcodeLink c-shortcodeLink-active">penjernih udara</a> — terutama model yang diklaim spesifik membidik bulu hewan dan dander, untuk melihat results-nya.
Berikut hasil penyelidikan yang saya peroleh.
Apakah Ada Alat Penjerniho Udara yang Dirancang Khusus untuk Dander Hewan Peliharaan?
Serpihan dander dan bulu dari bisa saja befkontribusi secara signifikan terhadap jumlah partikel debu yang bersirkulasi di rumah. <a rel="nofollow" href="https://www.cnet.com/home/kitchen-and-household/avoid-getting-sick-air-purifier-model/" rel="" class="c-shortcodeLink c-shortcodeLink-active">Pengujian alat penjernih udara yang saya lakukan</a> menunjukkan model tertentu terbukti lebih efektif ketimbang lainnya.
Sebuah purifier bernama <a rel="nofollow" href="https://oransi.com/products/mod-plus-hepa-air-purifier" rel="noopener nofollow" target="_blank" title="(opens in a new window)" data-location="BODY">Oransi Mod Plus MD02</a> menunjukkan performance paling baik dalam menghilangkan sekalan partikel kasar di testing saja. Alat perang duit.