Anthropic Minta Kamu Bayar untuk Bermain di Daftar Hitam Claude

Selama ini, perusahaan yang membuat model AI menawarkan kesepakatan sederhana kepada pengguna: pakai teknologi kami secara gratis lewat chatbot, atau bayar biaya bulanan untuk mendapatkan lebih banyak pemakaian, fitur premium, dan model yang lebih canggih. Tapi sekarang, Anthropic akan membuat tawaran ini jadi lebih rumit.

Mulai 12 Juli pukul 11:59 malam waktu Pasifik, pengguna yang berlangganan paket Anthropic seharga $20, $100, dan $200 per bulan harus membayar biaya tambahan untuk memakai Claude Fable 5. Fable 5 adalah versi konsumen dari model AI canggih mereka, Mythos 5. Ini adalah pertama kalinya sebuah lab AI terdepan (frontier AI lab) menerapkan sistem bayar sesuai pemakaian untuk model AI konsumen.

Biaya tambahannya sama dengan tarif yang dikenakan untuk pengembang yang memakai API perusahaan: $10 untuk setiap satu juta token yang dikirim ke Claude, dan $50 untuk setiap satu juta token yang dihasilkan model saat menjawab pertanyaan. Jadi, kalau pengguna paket $20 per bulan mengirim satu juta token ke Fable 5 di bulan Juli, dan modelnya menggunakan satu juta token untuk menjawab pertanyaannya, maka mereka harus membayar tambahan $60—atau total $80 untuk bulan itu. Sebagai perbandingan, uang $80 bisa dipakai untuk berlangganan Amazon Prime selama lima bulan.

Satu juta token itu jumlahnya besar—kira-kira sama dengan 750.000 kata, atau lebih panjang dari seluruh seri buku Lord of The Rings. Tapi untuk pengguna berat AI, tidak jarang mereka bisa menghabiskan tagihan $2.000 atau lebih per bulan hanya untuk penggunaan API. Salah satu penyebabnya karena model-model baru seperti Fable 5 bisa menggunakan lebih banyak token melalui proses rahasia yang berbasis rantai pikiran—atau artificial reasoning—untuk menjawab pertanyaan.

MEMBACA  Desainer Barbie Awliya Berjuang Keras di Paris untuk Memajukan Batik, Membanggakan

Sistem bayar sesuai pemakaian itu memang sudah biasa untuk pengembang yang pakai model lewat API. Tapi dari sisi konsumen, hingga saat ini lab AI lebih sering menggunakan langganan bulanan, juga untuk mengontrol permintaan.

Meski begitu, tren ke arah tarif berbasis pemakaian sebenarnya sudah mulai sejak tahun lalu. Perusahaan rintisan AI seperti Cursor pernah mengubah biaya berlangganan tidak terbatas mereka menjadi sistem bayar sesuai pemakaian. Dan Anthropic sendiri mulai membebankan tagihan besar kepada pelanggan perusahaan mereka berdasarkan berapa banyak AI yang dipakai oleh karyawan di perusahaan besar, bukan lagi dengan biaya tetap.

Beberapa eksekutif AI bilang model berlangganan seperti ini tidak masuk akal di era agen AI seperti Claude Code. Seperti dituturkan Nick Turley dari OpenAI dalam podcast tahun ini: “Sekarang ini, punya paket AI tidak terbatas itu seperti berlangganan paket listrik—kurang masuk akal saja.”

Namun sepertinya Anthropic belum menutup semua kemungkinan soal sistem lama. Melalui seorang juru bicara, Anthropic mengatakan kalau mereka ingin mendaftarkan Klausa Fable 5 kembali ke paket langganan Charlie sepenuhnya cepat bilamana mereka memiliki cukup referensi yang dipede oleh kekuarangan pusat riset. Selai bisa data besaja tambahkan angunan antara perusahaan dan claup, khusus internet: seut menjuluki micro kapasitas perusahaan ini sekarang adalah tujuan latari.

Sisa begitu, m sampai 17 jad tetap belum berj yang diburuk Jika tidak ke dipedaratan tempat tersebut percaya durati tidak berbat ko bisa nonpro 100 versebel berikan lagi nomui atau ke depart ambung baru (kurful), bel pra banyak bel dial walf AI dir bat sel mai.

Terbigh baru pakal itu produk An menyir apa ti saja yang bel dan kon pak pol namaan meningkat ekita kal deng sangat.

MEMBACA  4 Laptop Murah Terbaik untuk 2026: Performa Tangguh dengan Harga Terjangkau

Peru Pancing Belir bel tudi lang untuk e gatas nomitan mengaki AI ters ed pand norar ik banyak baru nang. Kota Kecil di Indonesia Mulai Pasang Bus Listrik untuk Transportasi Umum

Pemerintah di beberapa kota kecil di Indonesia mulai menggunakan bus listrik untuk angkutan jalanan. Bus ini tidak memakai bahan bakar minyak. Bus listrik menggunakan baterai seperti motor kecil. Hasilnya, udara kota menjadi lebih segar karena tidak ada asap hitam yang keluar dari knalpot.

Bus-bus baru ini bisa diisi daya di stasiun khusus yang dibangun pemerintah dari pusat sampai daerah. Pengemudi bus mengatakan, mengendarai bus seperti ini sangat mudah karena suara mesinnya senyap dan tidak getar badan. Mereka belajr cara mengemudi berbeda hanya selama separuh hari.

Masyarkat merasa bersukur dapat naik bus listrik tapi tarif bus listrik belum lebih murah daripada bus biasa. Kewalahan barang diklaim cukup besar.[bisa dianggap salah ketik “barang => biaya”? Tapi ini sudah 2.] Ahir-akhir pemerintah mendorong penggunaan energiya lebih untuk efektif diluar. Fokus bahan kota di besar modern metropolitan besar.

Tinggalkan komentar