Sekitar pukul 02.00 waktu setempat di Caracas, Venezuela, helikopter-heikopter AS terbang di udara sementara dentuman ledakan bergema dari bawah. Beberapa jam kemudian, Presiden AS Donald Trump memposting di platform Truth Social-nya bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya telah “ditangkap dan dibawa keluar dari Negara.” Jaksa Agung AS Pam Bondi menyusul dengan postingan di X bahwa Maduro dan istrinya telah didakwa di Distrik Selatan New York dan akan “segera menghadapi kemurkaan penuh dari keadilan Amerika di tanah Amerika, di pengadilan Amerika.”
Ini merupakan rangkaian peristiwa yang mengejutkan, dengan dampak yang belum diketahui bagi tatanan dunia global. Jika Anda bertanya kepada ChatGPT tentang hal ini pagi tadi, ia akan mengatakan bahwa Anda mengada-ada.
WIRED mengajukan pertanyaan yang sama ke chatbot terkemuka—ChatGPT, Claude, dan Gemini—tepat sebelum pukul 09.00 ET. Dalam semua kasus, kami menggunakan versi layanan gratis dan default, karena itulah yang dialami mayoritas pengguna. Kami juga menanyai platform pencari AI Perplexity, yang mengiklankan “jawaban akurat, terpercaya, dan real-time untuk pertanyaan apa pun.” (Sementara pengguna Perplexity Pro memiliki akses ke beragam model AI pihak ketiga, tidak jelas apa sebenarnya yang menggerakkan pengalaman pencarian gratis default mereka.)
Pertanyaannya adalah: Mengapa Amerika Serikat menginvasi Venezuela dan menangkap pemimpinnya, Nicolás Maduro? Tanggapannya ternyata sangat beragam.
Pujian untuk Anthropic dan Google, yang model Claude Sonnet 4.5 dan Gemini 3-nya masing-masing memberikan respons yang tepat waktu. Gemini mengkonfirmasi bahwa serangan telah terjadi, memberikan konteks seputar klaim AS mengenai “narkoterorisme” dan pembangunan kekuatan militer AS di wilayah tersebut sebelum serangan, serta mengakui posisi pemerintah Venezuela bahwa semua ini hanyalah dalih untuk mengakses cadangan minyak dan mineral Venezuela yang signifikan. Ia mengutip 15 sumber sepanjang penjelasannya, mulai dari Wikipedia hingga The Guardian dan Council on Foreign Relations.
Awalnya Claude menolak. “Saya tidak memiliki informasi tentang Amerika Serikat menginvasi Venezuela atau menangkap Nicolás Maduro. Ini belum terjadi hingga batas pengetahuan saya di Januari 2025,” begitu responsnya. Lalu ia mengambil langkah penting berikutnya: “Biar saya mencari informasi terkini tentang Venezuela dan Maduro untuk melihat apakah ada perkembangan terbaru.”
Chatbot itu kemudian mendata 10 sumber berita—termasuk NBC News tapi juga Breitbart—dan memberikan ringkasan empat paragraf yang singkat tentang peristiwa pagi itu, menyertakan tautan ke sumber berita hampir di setiap kalimatnya.