“Mengambil bahan tambahan atau limbah dan mengubahnya menjadi alat musik; saya melihat semakin banyak hal semacam itu masuk ke arus utama,” kata Albert. “Itu adalah karya seni yang indah, dan juga terdengar sangat keren.”
Contoh paling literal dari daur ulang kreatif itu adalah pemenang pilihan publik, Lethelium. Sang pencipta, Lateef Martin—seorang pembuat, musisi, dan penulis serial komik Cyclepunk yang berbasis di Montreal—mengatakan ide itu datang setelah ia memetik jeruji sepeda di sebuah toko. Menggabungkannya dengan senar gitar sebagai pengganti jeruji menghasilkan permukaan melingkar yang bisa dimainkan dengan dipetik atau digesek.
“Saya bilang ini adalah anak cinta antara sebuah dulcimer, harpa, dan panci baja,” ujar Martin. “Mereka bertiga bercinta, dan jadilah Lethelium.”
Ketidakpastian memang tak terhindarkan saat mementaskan pertunjukan dengan instrumen yang tak konvensional. Ada nuansa chaos dari pertunjukan-pertunjukan itu yang terasa sangat manusiawi. Bagi para peserta, itulah tujuanya.
“Dunia ini khususnya membutuhkan lebih banyak instrumen eksperimental,” kata musisi asal Berlin, Michael Doron, pencipta Verto yang menempati posisi ketiga, sebuah mesin listrik analog yang menggunakan sarung tangan elektromagnetik dan roda nada berputar. “Ini penting, di dunia yang bergerak sangat kearah pengontrol midi dan instrumen berbasis komputer elektronik, untuk memiliki sesuatu yang nyata untuk dimainkan.”
Kontestan untuk kelima kalinya, Krzysztof Cybulski, seorang guru musik di Polandia dan pencipta instrumen Post Digital Sax, mengatakan AI akan paling kesulitan menggantikan manusia dalam pertunjukan. “Ini adalah area di mana kita masih bisa bertahan.”
Memennagkan kompetisi bukanlah segalanya bagi para pencipta instrumen yang ikut serta. Peserta Guthman sebelumnya mencakup Roli Seaboard yang ekspresif, Artiphon Orba, dan OP-1 dari Teenage Engineering yang sangat populer. Tak satupun dari itu yang menang, tetapi mereka tetap berkembang menjadi produk sukses yang matang.
“Setiap orang ingin menang karena ada uang yang terlibat,” kata Albert. “Sesungguhnya, keindahannya adalah Anda mengumpulkan semua orang kreatif ini di kota selama satu akhir pekan, dan mereka berkumpul. Anda melihat orang-orang mulai menjalin hubungan, dan mereka mulai saling mencoba instrumen satu sama lain. Pertukaran informasi dan kegembiraan itu sangat menyenangkan.”