Seiring dengan kian populernya Claude Code dari Anthropic dan Codex dari OpenAI sebagai asisten pemrograman, Cursor mulai merasakan tekanan untuk meningkatkan penawaran fitur coding berbasis AI-nya. Maka hadirlah Cursor 3, lingkungan baru perusahaan ini untuk menciptakan dan mengelola berbagai agen AI yang bekerja atas nama Anda.
Menurut perusahaan, Cursor 3 adalah “ruang kerja terpadu untuk membangun perangkat lunak dengan agen.” Rilis baru ini bukanlah perubahan model yang besar, melainkan lebih pada antarmuka baru yang bertujuan mengubah pengguna menjadi semacam manajer yang dapat memberikan perintah kepada tim agen AI. Menurut perusahaan tersebut, Cursor 3 dapat digunakan untuk mengelola agen lokal maupun berbasis cloud, serta memungkinkan pengguna bekerja di berbagai repositori dalam satu proyek.
Perubahan yang ditawarkan Cursor 3 tampaknya lebih merupakan adopsi terhadap konsep “vibe coding” di saat perusahaan-perusahaan AI terkemuka lain semakin menggerus wilayah yang dulunya didominasi oleh Cursor. Produk inti perusahaan, yang masih tersedia dalam lingkungan baru ini, memungkinkan para pengembang meminta bantuan asisten AI dalam lingkungan pengembangan terintegrasi (IDE). Antarmuka ini memungkinkan para pengembang mengambil jarak dari tugas-tugas coding dan lebih banyak mendelegasikan pekerjaan kepada berbagai agen, sembari memberikan gambaran menyeluruh mengenai progres pekerjaan.
Peluncuran Cursor 3 datang di saat perusahaan ini sangat membutuhkan sebuah keberhasilan. Claude Code dilaporkan telah menguasai hingga 54% pasar coding AI, menurut data dari Menlo Ventures, sementara Codex 5.3 dari OpenAI yang baru dirilis mencapai rekor baru dalam sejumlah uji benchmark—dan perusahaan tersebut menawarkan akses tak terbatas ke alatnya untuk menarik lebih banyak pengguna. Cursor sendiri masih merupakan alat yang populer di kalangan tim produk dan rekayasa, tetapi dominasinya sebagai satu-satunya pilihan utama sudah lama berlalu.
Perusahaan ini juga perlu sedikit memperbaiki reputasinya pasca peluncuran Composer 2 yang bermasalah bulan lalu. Model coding mendasar tersebut seharusnya menjadi penanda pemisahan Cursor dari beberapa pesaingnya, namun malah menghubungkan perusahaan ini lebih erat dengan pihak ketiga setelah terungkap bahwa Composer 2 sebagian besar hanyalah versi berlisensi dari model open-source Kimi 2.5 buatan Moonshot AI. Secara umum, tidak ada yang salah dengan melisensikan model lain dengan cara seperti ini, namun fakta bahwa Cursor tidak mengungkapkannya dari awal dan tampak berusaha menyembunyikannya telah membuat beberapa pengguna menjadi agak waspada terhadap taktik perusahaannnya.