Getty Images/Jonathan Kitchen
AI agents adalah salah satu tren paling viral di Silicon Valley, dengan perusahaan teknologi menjanjikan peningkatan produktivitas besar bagi bisnis. Tapi, apakah pekerja individu benar-benar ingin menggunakannya?
Sebuah studi terbaru dari Universitas Stanford menunjukkan jawabannya mungkin ya—asalkan agen tersebut mengotomatisasi tugas-tugas biasa dan tidak terlalu mengintervensi kendali manusia.
Judulnya "Future of Work with AI Agents", penelitian ini berusaha memahami bagaimana alat-alat ini bisa benar-benar diintegrasikan ke rutinitas harian para profesional. Jika studi sebelumnya meneliti dampak agen AI pada bidang pekerjaan tertentu seperti rekayasa perangkat lunak dan IT, peneliti Stanford menganalisis kategori tugas individual untuk lebih memahami nuansa pekerjaan dunia nyata.
Dengan pendekatan "worker-centric", mereka mewawancarai 1.500 profesional tentang preferensi mereka terhadap agen AI, serta ahli AI untuk memahami batasan teknologi saat ini.
Apa temuan studinya?
Survei ini menghasilkan "AI Agent Worker Outlook & Readiness Knowledge Bank" (WORKBank), basis data yang mencerminkan pandangan pekerja terhadap agen AI.
Menurut laporan, mayoritas pekerja siap menerima otomatisasi untuk tugas-tugas repetitif dan berisiko rendah, "meski mempertimbangkan kekhawatiran kehilangan pekerjaan dan kepuasan kerja." Mereka ingin fokus pada tugas yang lebih penting, sesuai narasi perusahaan teknologi bahwa AI akan membebaskan pekerja dari tugas membosankan.
Namun, ada "ketidaksesuaian kritis" antara tugas yang ditangani agen AI—seperti pengembangan perangkat lunak—dan tugas yang ingin diotomatisasi pekerja.
Masa depan kerja dengan AI
Studi ini menggunakan "Human Agency Scale" (HAS) dan menemukan bahwa pekerja lebih suka kendali manusia yang lebih tinggi dibandingkan yang dianggap perlu oleh ahli teknologi. Ini bisa menimbulkan gesekan seiring makin kuatnya AI.
Selain itu, otomatisasi AI mengubah keterampilan yang paling dibutuhkan di tempat kerja: kemampuan analisis menjadi kurang berharga, sementara keterampilan interpersonal—seperti "membantu dan peduli pada orang lain"—kian penting.
Dapatkan berita terbaik setiap pagi di Tech Today newsletter.