Ada Banyak ‘Restraint’: Begini Cara ‘Toy Story 5’ Menyeimbangkan Teknologi Baru dan Nostalgia

Teknologi Pixar telah berkembang pesat sejak *Toy Story* pertama kali dirilis pada tahun 1995, sehingga untuk Toy Story 5, para pembuat film sengaja menahan diri untuk mempertahankan gaya visual waralaba ini.

“Ada banyak pengendalian diri,” kata produser Lindsey Collins saat wawancara di Pixar Animation Studios di Emeryville, California. “Kami tidak ingin tiba-tiba terasa seperti kami telah melompat terlalu jauh secara teknologi sehingga karakter-karakter ini tidak lagi terasa sebagai entitas yang sama atau dunia yang sama.”

Namun, hal itu tak menghentikan studio untuk menyempurnakan alat animasi mereka dengan cara lain. Dalam sekuel terbaru ini, Jessie, Buzz Lightyear, dan geng mainan lainnya menghadapi ancaman eksistensial ketika Bonnie mendapatkan tablet baru bernama Lilypad. Ini merupakan narasi yang relevan tentang bagaimana teknologi dan kreativitas bisa berdampingan — tema yang tak asing bagi Pixar, yang telah memadukan terobosan teknologi dengan penceritaan emosional selama 40 tahun.

“Kami adalah perusahaan teknologi, jadi kami tidak duduk-duduk sambil berkata, ‘Oh tidak, beraninya kau, teknologi?'” ujar Collins. Alih-alih demikian, para sineas *Toy Story 5* justru mendalami nuansa bagaimana teknologi dan gawai membentuk kehidupan kita, menyoroti manfaat sekaligus kekurangannya.

Setiap film Pixar memperluas kapabilitas teknis studio, menghadirkan dunia dan karakter yang semakin ambisius ke layar — mulai dari kerangka ekspresif di *Coco* hingga hujan badai hiperrealistis di *Toy Story 4*. *Toy Story 5* sekali lagi mendorong batasan dengan peningkatan visual yang lebih subtil: padang rumput yang disinari matahari, urutan permainan penuh gaya, dan bahkan gaya rambut baru. Teknik-teknik baru ini memperluas kemungkinan di layar sambil melestarikan desain karakter dan lingkungan yang telah mendefinisikan waralaba ini selama lebih dari tiga dekade.

MEMBACA  Obsesi Manusia pada Angka-Angka Raksasa yang Tak Terbayangkan

Pixar mengembangkan alat animasi baru untuk merancang rambut ikal Blaze.

Menghadirkan karakter, latar, dan gaya baru

Di *Toy Story 5*, kita diperkenalkan pada Blaze, seorang manusia penuh semangat yang mencintai binatang. Ia memiliki rambut keriting dan rapat — sebuah tampilan yang belum pernah dilakukan Pixar sebelumnya. Maka, tim pun bekerja mengembangkan alat untuk mewujudkan visi tersebut. Teknologi itu kini dapat dipakai dalam produksi mendadak, kata Collins, yang dapat mengarah pada karakter yang lebih beragam.

Hal menarik lainnya dari *Toy Story 5* adalah urutan permainan bergaya cat air yang tampak mimpi, membawa kita masuk ke dalam imajinasi Bonnie saat ia menyusun adegan dengan mainannya. Urutan itu berlangsung bak mimpi, dengan tepian lembut dan warna pastel yang redup. Adegan-adegan ini menjadi momen favorit saya selama film, membangkitkan rasa jenaka dan keajaiban masa kecil. Sengaja dibuat seperti itu.”

“tetapi saat tes kualitas rendering diminta tetap saja cukup menantng,” tambah Harris dengan respek tinggi.

Pixar adalah salah satu dari sekian banyak studio yang menggunakan machine learning untuk menghilangkan *noise* visual dan menghasilkan gambar akhir yang lebih tajam.

“DNA kami sejak awal tetaplah sebagai perusahaan teknologi,” ujar Collins. “Ada hubungan yang sangat simbiosis antara teknologi dan kreativitas, dan filosofi itulah yang kami bawa dalam menyikapi AI. Tujuan teknologi adalah untuk membantu sisi kreatif. Bukan untuk menggantikannya—bukan untuk mengambil peran kreator. Teknologi ada untuk membuat pekerjaan para seniman lebih mudah dan menampilkan lebih banyak kreatifitas di layar. Selama terus seperti itu, kami akan selalu setuju.”

Meski tengah ramai diperbincangkan perihal tool dan teknologi baru, Collins justru menyoroti satu hal yang sudah menjadi identitas Pixar selama puluhan tahun: para seniman dan kreator cerita yang bekerja secara berdampingan.

MEMBACA  Penawaran Terbaik Pembangkit Listrik: Diskon Rp14 Juta untuk Pembangkit Listrik Portable Bluetti AC200L

“Kami adalah satu-satunya studio yang seluruh anggotanya berada dalam satu gedung dan bekerja bersama demi film-film ini,” kata Collins. “Itulah yang paling kami banggakan. Dan demi apa pun, kami tidak akan pernah-Ubahnya cerita.”

Toy Story 5 tayang di bioskop pada 19 Juni.

Tinggalkan komentar