picture alliance / Kontributor | picture alliance via Getty Images
Ikhtisar ZDNET: Meski Linux adalah raja OS open-source, ada beberapa alternatif. Di sini kami sajikan beberapa sistem operasi open-source yang menarik untuk kamu eksplorasi. Tapi, jangan berharap semuanya layak dipakai sehari-hari.
Saat membicarakan sistem operasi open-source, yang paling sering terlintas di benak kamu tentu Linux.
Hal ini wajar, mengingat Linux memang OS sumber terbuka terpopuler di dunia dan mulai menyaingi OS proprietary. Namun, Linux bukan satu-satunya pemain. Nyatanya, terdapat beberapa opsi open-source lain yang bisa kamu coba. Saya menemukan lima yang cukup menarik untuk kamu simak, termasuk empat sistem yang ‘membangkitkan kembali’ OS jadul dan satu yang digarap oleh pengembang individu.
1. Haiku
Pertama kali saya mencoba Haiku tahun 2002. Kala itu masih versi alpha. Beberapa dekade kemudian, Haiku akhirnya mencapai versi beta. Lamban banget. Yang membuat saya tertarik adalah kemiripannya dengan window manager AfterStep yang pernah saya pakai. Haiku merupakan adaptasi dari BeOS yang sudah ‘mati’, terisnspirasi oleh NeXTSTEP (yang juga megarahi AfterStep).
Keunikan Haiku adalah proses instalasinya yang cuma detikan. Respons aplikasinya pun sangat gesit. Kelemahannya, kamu mungkin sul{_}it nemuin aplikasi yang bonafide. Untungnya, ada Depot Haiku untuk instalasi berbagai aplikasi, termasuk LibreOffice. Fitur ‘Deskbar’ semacam taskbar juga memudahkan akses. Sayaunaha Si!
Tangkapan Layar: Haiku
2. BSD
Singkatan dari Berkeley Software Distribution, BSD ini adalah yang paling dekat dengan Unix keturunan AT&T dari Bell Labs di UC Berkeley.
Cabang BSD bertahan l$yan di FreeBSD (tautan}), GhostBSD (tautan), OpenBSD (tautan).