4 Monitor Denyut Jantung Tipe Chest Strap Terbaik untuk Latihan 2026, Direkomendasikan Ahli Kebugaran

Saat memilih monitor detak jantung berbentuk strap dada terbaik untuk latihan Anda, banyak faktor dalam keputusan pembelian akan bergantung pada preferensi pribadi dan regimen olahraga Anda. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Jenis Aktivitas: Sebelum membeli monitor detak jantung strap dada, tentukan jenis aktivitas yang akan Anda lakukan. Kebanyakan cocok untuk berbagai aktivitas kardio, dari lari hingga bersepeda, namun tidak semua sesuai untuk berenang, misalnya.

Harga: Tentukan anggaran yang Anda siapkan. Anda dapat menemukan produk andal di bawah $50, tetapi jika menginginkan fitur lengkap, siapkan anggaran di atas $150.

Daya Tahan Baterai: Pertimbangkan seberapa penting baterai tahan lama bagi Anda. Beberapa baterai dapat bertahan lebih dari setahun, sementara yang lain sekitar 500 jam. Daya tahan bervariasi tergantung perangkat dan frekuensi penggunaan.

Konektivitas dan Aplikasi: Putuskan apakah Anda akan menghubungkan monitor ke ponsel cerdas atau perangkat lain. Ini memengaruhi pilihan antara konektivitas ANT+ atau Bluetooth. Meski banyak yang menyediakan keduanya, tetap penting untuk memeriksa.

Lebar Strap: Pertimbangkan kenyamanan antara strap yang ramping atau yang lebih lebar.

Ukuran Modul: Beberapa strap menggunakan modul kecil yang tidak melebihi tepi strap, sementara yang lain memakai monitor lebih besar. Pilihan bergantung pada preferensi kenyamanan Anda.

Penyimpanan Internal: Jika tidak ingin membawa ponsel saat berolahraga, pilih monitor yang memiliki penyimpanan internal untuk data, yang nantinya dapat ditransfer ke ponsel melalui aplikasi pendamping.

Metrik: Pertimbangkan data yang ingin dipantau. Model high-end menangkap data real-time seperti *cadence* lari, panjang langkah, tekanan darah, kalori terbakar, dan variabilitas detak jantung. Model dasar mungkin hanya melacak detak jantung.

Tipe Baterai: Sumber daya dapat beragam. Ada yang *rechargeable*, ada yang tahan lama namun tidak dapat diganti atau diisi ulang oleh pengguna. Meski baterai tahan lama selalu menguntungkan, pastikan untuk memeriksa spesifikasinya.

MEMBACA  Jessica Rothe Masih Berharap Happy Death Day 3 Melihat Cahaya Hari

Strap Dada vs. Monitor Pergelangan Tangan: Keduanya mengukur detak jantung dengan metode berbeda. Sensor elektrik pada strap dada mendeteksi arus listrik dari jantung, mirip EKG di klinik, dan dianggap paling akurat bahkan saat aktivitas berat. Sensor optik di jam tangan pintar menggunakan cahaya LED untuk melacak denyut nadi, berguna saat istirahat atau jalan kaki, namun kurang andal untuk aktivitas intensitas tinggi karena pembacaannya dapat *terdistorsi*.

ANT+ vs. Bluetooth: Monitor pergelangan tangan seperti Apple Watch umumnya menggunakan Bluetooth yang hanya terhubung ke satu perangkat. Teknologi ANT+ memungkinkan koneksi nirkabel ke beberapa perangkat sekaligus, cocok untuk atlet yang melacak data dari berbagai sumber. Perhatikan bahwa beberapa ponsel Android memiliki kemampuan ANT+, sedangkan iPhone tidak. Untuk iPhone atau Android yang tidak kompatibel, diperlukan *adapter*. Kebanyakan orang memilih Bluetooth karena koneksi lebih cepat dan tersedia luas. Kabar baiknya, banyak monitor detak jantung yang menyertakan ANT+ dan Bluetooth sekaligus untuk kemudahan pengguna.

Tinggalkan komentar