Warga Mengungsi Akibat Kebakaran Landa Permukiman Kumuh di Seoul | Galeri Berita

Diterbitkan pada 16 Januari 2026

Sebuah kebakaran hebat telah melanda permukiman kumuh di pinggiran ibu kota Korea Selatan, Seoul, menghanguskan rumah-rumah dan membuat para penghuni berlarian menyelamatkan diri.

Hampir 300 petugas pemadam berjuang memadamkan api pada Jumat lalu saat ancaman membayangi Guryong, kawasan miskin di distrik Gangnam yang makmur di Seoul selatan. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa atau cedera.

Berdasarkan keterangan pejabat, api berhasil dikendalikan sekitar enam jam setelah pertama kali berkobar.

Pejabat pemadam setempat, Jeong Gwang-hun, dalam taklimat televisi menyatakan bahwa tim darurat sedang melakukan pencarian menyeluruh di semua bangunan yang rusak untuk memastikan tidak ada korban tertinggal.

Lebih dari 1.200 personel, termasuk pemadam dan polisi, dikerahkan untuk menangani krisis ini, tutur Jeong. Ia menambahkan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Komunitas di lereng bukit ini kerap dilanda kebakaran berulang selama bertahun-tahun—risiko yang oleh para pakar dikaitkan dengan padatnya hunian yang dibangun dari material sangat mudah terbakar.

Keberadaan Guryong bertolak belakang tajam dengan kawasan sekitarnya di Seoul yang dipenuhi gedung apartemen mewah dan pusat perbelanjaan tinggi, menggarisbawahi ketimpangan ekonomi ekstrem di Korea Selatan.

Permukiman ini terbentuk pada tahun 1980-an sebagai tempat berlindung bagi mereka yang tergusur selama program pembangunan kota besar-besaran.

Pada masa itu, ratusan ribu warga Seoul digusur dari permukiman kumuh dan lingkungan miskin—proses yang dianggap perlu oleh pemerintah yang didukung militer untuk mempercantik wajah kota sebelum kedatangan tamu untuk Olimpiade 1988.

MEMBACA  Mayoritas Penyakit yang diderita oleh Warga Indonesia: Pneumonia, Demensia, dan Dispepsia

Tinggalkan komentar