Volume Lalu Lintas di Selat Hormuz Anjlok Drastis Pasca Serangan Baru AS-Iran

Dalam seluruh negosiasi dengan AS, Iran bersikeras memiliki hak untuk mengendalikan lalu lintas di selat tersebut dan memberlakukan biaya bagi kapal-kapal yang melintas.

Namun, AS bersama sekutu-sekutunya di Teluk, termasuk juga sejumlah pemerintah di Eropa dan Asia, menentang hal ini. Mereka mengatakan akses melalui selat harus kembali bebas dan terbuka seperti sebelum konflik pecah.

Setelah kesepakatan untuk mengakhiri perang tercapai, pemerintah Iran menetapkan sistem alur pelayaran di bagian utara perairan, dekat dengan pantai Iran, dan menyatakan semua kapal harus menggunakan jalur tersebut.

“Satu-satunya rute aman bagi kapal dagang dan kapal tanker minyak di selat ini adalah jalur yang ditentukan oleh Republik Islam Iran,” perintah militer tertinggi Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, kembali mengingatkan setelah serangan terhadap kapal-kapal pada pekan ini.

Setelah perjanjian diteken, JMC merekomendasikan sebaliknya bahwa kapal-kapal mengambil rute berbeda melalui perairan Oman di bagian selatan selat hingga beberapa waktu.

Data dari Kpler menunjukkan jumlah kapal yang menggunakan rute Oman sempat meningkat hingga puncaknya sebanyak 28 kapal pada tanggal 25 Juni, dan angka menyalip jumlah kapal yang melintas melalui rute Iran barang kali.

kemudian Pada 25 dan 27 Juni, dua kapal di perairan Oman diserang Setelah yang sempat It Iran saat begitu Iran yakni – .Setelahnya Iarat mempering terhadap Tapi dan sedangkan sebanyak

MEMBACA  Lempeng Tektonik Mengalami Perubahan Drastis, Penelitian Menyatakan India Mulai Terbelah Menjadi Dua

Tinggalkan komentar