Ukraina hantam terminal minyak utama di St Petersburg, Rusia

Ukraina menyerang sebuah terminal minyak besar di Saint Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia, bersama dengan target lain di wilayah barat laut negara itu.

Presiden Volodymyr Zelensky dalam unggahan di media sosial menulis, “Pasukan pertahanan Ukraina menghantam infrastruktur minyak pelabuhan yang menghasilkan pendapatan untuk perang Rusia.” Ia juga mengatakan bahwa sebuah “sasaran militer penting” berhasil dihantam pada malam hari di Kronstadt, sebuah pangkalan angkatan laut di dekatnya.

Gubernur Saint Petersburg Aleksandr Beglov mengatakan bahwa kota itu diserang dengan gelombang besar serangan drone, dan mengakui terminal minyak terkena serangan. Ia melaporkan tidak ada korban jiwa.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina meningkatkan serangan drone jarak jauhnya terhadap infrastruktur energi kritis Rusia, yang menyebabkan kekurangan bahan bakar di sejumlah wilayah.

Dalam unggahannya Sabtu pagi, Zelensky mengatakan bahwa target yang dihantam di Saint Petersburg dan sekitarnya berjarak sekitar 850 kilometer dari perbatasan Ukraina.

Sejauh ini belum jelas seberapa besar kerusakan yang terjadi, namun sebuah video yang diunggah presiden Ukraina itu menunjukkan sebuah drone terbang menuju sasaran dan gumpalan asap hitam membumbung tinggi setelah serangan tersebut.

BBC kemudian memverifikasi bahwa terminal minyak di Saint Petersburg berhasil dihantam.

Militer Ukraina menyebut terminal itu adalah salah satu yang terbesar di Rusia, dengan kapasitas produksi 12,5 juta ton produk minyak per tahun.

Militer juga mengatakan sebuah pangkalan angkatan Laut Utama Armada Baltik Rusia di Kronstadt berhasil dihantam.

Rusia belum memberikan komentar resmi atas klaim tersebut.

Menulis di Telegram, Gubernur Beglov mengatakan bahwa 72 drone Ukraina ditembak jatuh di atas Saint Petersburg dan wilayah Leningrad yang lebih luas.

Ia mendesak warga kota untuk tetap berada di dalam rumah sampai ancaman drone berakhir. Ia memperingatkan bahwa layanan internet seluler mungkin juga mengalami gangguan.

MEMBACA  Siswa Piedmont Triad mengumpulkan uang untuk keluarga yang membutuhkan di India

Lebih dari lima juta orang tinggal di Saint Petersburg.

Dalam perkembangan lain pada hari Sabtu, militer Ukraina membantah bahwa kota penting Kostiantynivka di timur Ukraina kini sepenuhnya di bawah kendali Rusia.

Juru bicara militer Mayor Andriy Kovalyov mengatakan kepada BBC bahwa “Kostiantynivka tetap berada di bawah kendali Pasukan Pertahanan Ukraina”.

Ia mengakui bahwa ada “kasus infiltrasi kelompok kecil infanteri jauh ke dalam formasi tempur pasukan kami”, namun menambahkan bahwa kelompok-kelompok tersebut sedang diidentifikasi dan dimusnahkan.

Pernyataannya disampaikan sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia telah menguasai kota Kostiantynivka sejak bulan Juni.

Putin tidak memberikan bukti untuk mendukung klaimnya.

Sabtu sorenya, Zelensky menulis di Telegram: “Jika Kostiantynivka sekarang di bawah kendali Rusia, maka Putin penggak akan punya masalah bertemu saya di sana dan mencari solusi diplomatik untuk akhiranya mengakhiri perang. Tapi sepertinya dia masih enggak akan mau melewati garis depan: faktanya sangat berbeda dari kata-kata Putin.”

Kostiantynivka adalah salah satu dari sejalan kota yang sangat dibentengi dalam yang merupakan bagian dari ‘sabuk benteng’ Ukraina di wilayah Donetsk, sebagian besarnya saat ini sudah diduduki Rusia.

Presiden Putin meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina pada bulan Februari 2022, dan saat ini Moskow mengontrol sekitar 20% wilayah Ukraina.

Tinggalkan komentar