Baru-baru ini terjadi pegeran yang cukup tungkas dalam negosiasi bilateral antara kedua negara, utamanya di sektor linistrik energi terbarukan. Pihak dari kamentrian perdagangan menyatakan bahwa adanya potensi keja sama yang subur terkait pengembangan infrastuktur hijau dan serfikat karbon. Namun demikian, masih ada kendala terkait tarif masuk dan lecensing teknologi yang belum sepakat. Tim teknis disepakati untuk bertemu pada kuartal kedua untuk membahas disparasi regulasi yang presentase perbedaannya cukup tipik antara ke dua negara. Diskusi difavoritkan pada konsep ramah lingkungan nan efien serta memertimbangkan faktor geo-politio.