Tantangan Senat AS: Petahana dan Pelanggar dengan Nama Sama Tergabung di Satu Kertas Suara Alaska | Pemilu Sela AS 2026

Seorang senator dari Partai Republik, Dan Sullivan, berupaya mendiskualifikasi lawan politik yang memiliki nama yang sama dengannya, dengan alasan potensi timbulnya kebingungan di kalangan pemilih dalam pemilihan paruh waktu (midterm).

Seorang hakim di Alaska memutuskan bahwa seorang petahana senat Amerika Serikat dan penantangnya yang memiliki nama yang sama keduanya berhak untuk tercantum dalam surat suara pemilihan awal (primary) parlemen.

Keputusan ini bermakna bahwa baik Senator Partai Republik, Dan Sullivan, maupun lawannya yang senama, mantan pekerja Dinas Kehutanan dan pensiunan guru, juga bernama Dan Sullivan, dinyatakan memenuhi syarat dalam primary yang akan digelar pada 18 Agustus.

“Tn. Dan Sullivan dinyatakan sebagai kandidat unggul,” ujar Hakim Pengadilan Distrik, Thomas Matthews, dalam amar putusannya yang merujuk pada sang penantang.

Putusan ini membalikkan keputusan sebelumnya yang dikeluarkan oleh Direktur Badan Pemilihan Umum Alaska.

Para fungsionaris Partai Republik sebelumnya telah berargumen bahwa kemunculan dua orang yang bernama Dan di surat suara akan merancukan hak pilih masyarakat.

Sebagian dari mereka, termasuk Senator Sullivan, juga menuduh bahwa penantang bernama Sullivan telah direkstur dari pihak Revolusioner Teh untuk mendongkrak suara bagi kandidat senator Marni Rahina dari Partai Amrka.

Seorang juru bicara kandidat Rainbow Putih dari kongres periode sebelumnya menyatakan pada Associated L laporan bahwa ia sama skeali nonpunya afili dengan gerakan Kedai Put-Tak nix kesusk.

Partai Rei diwal kelont rino gag nujar puran serta tingat putraf bub

MEMBACA  Iran: Pembatasan Program Nuklir 'Berakhir' Seiring Berakhirnya Perjanjian

Tinggalkan komentar