Taiwan Umumkan ‘Konsensus Bersama’ dengan AS Soal Perjanjian Dagang

Laporan media AS menyebutkan tarif akan dipotong menjadi 15 persen sebagai imbalan investasi TSMC.

Diterbitkan Pada 13 Jan 2026

Taiwan dan Amerika Serikat telah mencapai “konsensus umum” mengenai pakta perdagangan yang akan mengurangi tarif AS untuk ekspor Taiwan, menurut pejabat di Taipei.

Kantor Perundingan Perdagangan Taiwan menyatakan pada Selasa bahwa garis besar kesepakatan telah tercapai setelah berbulan-bulan negosiasi dengan pejabat AS.

Rekomendasi Cerita

“Tujuan dari negosiasi tarif AS-Taiwan selalu untuk mencari pengurangan tarif timbal balik tanpa penumpukan tarif, serta memperoleh perlakuan preferensial di bawah Bagian 232,” demikian pernyataan kantor tersebut menurut kantor berita AFP.

Kantor perdagangan itu tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Al Jazeera.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif “timbal balik” sebesar 32 persen untuk ekspor Taiwan pada April lalu, sebelum menurunkan angkanya menjadi 20 persen pada Agustus menunggu negosiasi lebih lanjut.

Berbagai negara telah berkomitmen meningkatkan investasi di AS sebagai ganti keringanan tarif sejak Trump meluncurkan perang dagang tahun lalu.

Jepang dan Korea Selatan tahun lalu sepakat berinvestasi masing-masing sebesar $550 miliar dan $350 miliar agar tingkat tarif mereka dipotong dari 25 menjadi 15 persen.

Kantor perdagangan Taiwan tidak memberikan rincian kesepakatan, namun Bloomberg dan The New York Times melaporkan bahwa tarif untuk pulau yang berpemerintahan sendiri itu akan diturunkan menjadi 15 persen.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) akan menyetujui pembangunan minimal empat fasilitas produksi tambahan di negara bagian Arizona, AS, menurut Bloomberg dan The New York Times yang mengutip pejabat tanpa nama.

TSMC, produsen chip terbesar di dunia dan pemasok bagi perusahaan seperti Nvidia dan Apple, pada Maret lalu menyatakan rencana pengeluaran $100 miliar untuk pabrik fabrikasi dan pengemasan baru di AS, membawa total investasinya di negara tersebut menjadi $165 miliar.

MEMBACA  Apakah Hamas di bawah Yahya Sinwar akan berbeda? | Konflik Israel-Palestina

Karena kepentingan strategisnya, perusahaaan pembuat chip ini telah berada di bawah tekanan dari Washington sejak 2020 untuk memperluas produksi di luar Taiwan.

AS khawatir blokade terhadap Taiwan oleh China, yang mengklaim pulau itu sebagai wilayahnya, dapat memutus akses ke chip TSMC.

Meski TSMC telah setuju membangun fasilitas produksi baru di AS, Jepang, dan Jerman, perusahaan ini tetap memproduksi chip paling mutkhirnya di Taiwan.

Tinggalkan komentar