PENJELASAN
Al Jazeera Mengulas Lima Kandidat Potensial yang Diunggulkan untuk Memimpin Man United Pasca Pemecatan Ruben Amorim.
Manchester United sedang mencari manajer baru setelah klub Liga Premier itu memecat Ruben Amorim pada hari Senin.
Raksasa Eropa tersebut telah berganti sepuluh manajer—baik yang permanen, interim, maupun pelaksana tugas—dalam 12 tahun sejak pensiunnya legenda mereka, Sir Alex Ferguson, di akhir musim 2012-2013.
Artikel Terkait
Alasan di Balik Pemecatan Ruben Amorim sebagai Manajer Manchester United
Amorim, yang semula diharapkan menjadi penunjukan jangka panjang, hanya bertahan 14 bulan dan hengkang secara tiba-tiba beberapa jam usai konferensi pers kontroversial di mana ia mengecam departemen skauting dan direktur olahraga klub agar "menjalankan tugas mereka dengan benar".
Dalam pengumuman kepergiannya, pernyataan United menyebut ini adalah "momen yang tepat untuk melakukan perubahan" mengingat klub berada di peringkat keenam Liga Premier, serta menambahkan bahwa mantan pemain dan pelatih akademi Darren Fletcher akan menangani tim untuk dua laga berikutnya.
Ruben Amorim merupakan manajer kesepuluh Manchester United sejak pensiunnya Alex Ferguson [File: Molly Darlington/Reuters]
Siapa Saja yang Diunggulkan Menjadi Manajer Baru United?
Klub paling sukses dalam sejarah Liga Premier itu belum memberikan indikasi apa pun mengenai penunjukan manajer berikutnya, namun para penggemar, pakar, dan media Inggris telah memperbincangkan beberapa nama.
Di antaranya termasuk mantan pemain, manajer klub Liga Premier yang masih aktif, yang baru dipecat, serta pelatih timnas Inggris:
Oliver Glasner
Manajer Crystal Palace saat ini, yang ia bawa meraih gelar Piala FA pertama mereka pada 2025 dan mengamankan tempat di Liga Europa UEFA untuk musim 2025-26.
Glasner termasuk salah satu nama yang paling kuat dikaitkan dengan kursi panas United, terlebih karena ia kemungkinan akan meninggalkan Palace musim ini. Kontraknya dengan klub berakhir di akhir musim, dan pelatih asal Austria itu telah memberi sinyal bahwa pembicaraan perpanjangan kontrak sedang ditunda.
Di usia 51 tahun, ia memiliki pengalaman kepelatihan selama 11 tahun, melatih dua klub di liga top Austria, serta Wolfsburg dan Eintracht Frankfurt di Bundesliga Jerman.
Darren Fletcher
Mantan gelandang United yang merupakan lulusan akademi klub dan tampil pertama kali untuk tim utama pada 2003, menghabiskan 12 tahun bermain di bawah Ferguson, termasuk salah satu kandidat unggulan setelah mendapatkan peran sebagai manajer interim.
Fletcher telah menjadi kepala pelatih akademi United sejak Juli dan merupakan pilihan pertama untuk mengisi kekosongan pasca kepergian Amorim.
Sangat disukai suporter semasa masih bermain, ia yang berusia 41 tahun ini bisa meniti jalur yang sama seperti mantan rekan setimnya, Ole Gunnar Solskjaer, yang akhirnya diangkat menjadi manajer tetap setelah awalnya datang sebagai pelatih interim.
Enzo Maresca
Meski kepergian Maresca dari Chelsea memiliki kemiripan dengan kasus Amorim di United, pelatih asal Italia itu sejatinya cukup sukses di musim pertamanya di London, dengan meraih gelar Liga Konferensi UEFA dan Piala Dunia Antarklub.
Mantan pelatih Manchester City U-23 dan Parma tersebut berhasil membawa Leicester City kembali ke Liga Premier pada 2024 sebelum direkrut oleh Chelsea.
Maresca diyakini akan segera mendapatkan peran di tingkat teratas sepak bola Eropa, dan Old Trafford bisa menjadi tujuan selanjutnya.
Ole Gunnar Solskjaer
Masa bermain dan kepelatihan Solskjaer di United telah membuatnya dicintai para pendukung setia, yang meyakini bahwa pemahamannya akan "Cara Ferguson" dapat mengembalikan masa kejayaan klub.
Dalam hal prestasi, pelatih asal Norwegia itu memang tidak meraih trofi besar selama masa jabatannya, namun ia berhasil membawa tim ke final Liga Europa dan finish di posisi runner-up liga pada 2021.
Solskjaer saat ini tanpa klub, setelah dipecat oleh klub Turki, Beşiktaş, usai delapan bulan bertugas.
Thomas Tuchel
Pelatih timnas Inggris saat ini tengah fokus memimpin The Three Lions di Piala Dunia mendatang, namun namanya juga disebut-sebut untuk mengisi lowongan di United sebelum musim baru dimulai pada Agustus 2026.
Pelatih asal Jerman itu bukanlah orang asing dalam meraih trofi di klub-klub besar Eropa, yang telah ia buktikan di Chelsea, PSG, dan Bayern München.