Sekutu Paus Fransiskus Terpilih Sebagai Uskup Tertinggi Prancis

Seorang kardinal Prancis yang berpengaruh sejalan dengan sikap Paus Fransiskus terpilih sebagai uskup tertinggi Prancis pada hari Rabu, saat Gereja Katolik negara itu terguncang oleh pengungkapan pelecehan seksual terhadap anak. Uskup Agung Marseille, Jean-Marc Aveline, 66 tahun, terpilih sebagai kepala Konferensi Uskup Prancis (CEF), untuk masa jabatan tiga tahun. Aveline yang ramah dan bersahabat telah menganjurkan dialog antar agama dan budaya, serta pembelaan terhadap para migran, kedua prinsip tersebut sejalan dengan masa kepemimpinan Paus Fransiskus. Dia mengambil alih salah satu badan uskup paling berpengaruh di dunia pada saat yang kritis, saat Gereja Katolik Prancis terguncang oleh klaim kekerasan seksual dan mendapat tekanan untuk menjelaskan kebisuannya seputar ikon amal, Abbe Pierre. Aveline terpilih dalam putaran pertama oleh para uskup yang berkumpul di kota barat daya Lourdes, dengan cepat mendapatkan mayoritas dua pertiga suara yang diperlukan. Pada 1 Juli, Aveline akan menggantikan Eric de Moulins-Beaufort, Uskup Agung Reims, yang menyelesaikan masa jabatan enam tahunnya. Lahir di Aljazair, Aveline telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di kota pelabuhan selatan Marseille, gerbang sejarah bagi para imigran, di mana ia merupakan sosok yang sangat dihormati. Ia diangkat menjadi uskup bantu Marseille pada tahun 2013 dan ditingkatkan menjadi kardinal pada tahun 2022. Dia juga disebut-sebut sebagai kandidat favorit untuk menjadi paus berikutnya. Pada tahun 2023, Paus Fransiskus mengunjungi Marseille dalam perjalanan dua hari di mana ia memimpin puluhan ribu jemaah yang dipadati di dalam stadion untuk misa.

MEMBACA  Kiri Prancis yang Terbagi Tidak Akan Mengulang Kemenangan Masa Lalu

Tinggalkan komentar