Polisi menyatakan mantan bintang Purdue tersebut meninggal diduga akibat luka tembak yang ditimbulkan sendiri di kota kelahirannya di Indiana.
Dengarkan artikel ini | 3 menit
Diterbitkan Pada 22 Feb 2026
Klik untuk membagikan di media sosial
Rondale Moore, wide receiver NFL yang mengalami cedera lutut di training camp yang mengakhiri musimnya dalam dua tahun terakhir setelah karier kuliah yang gemilang di Purdue dan awal yang menjanjikan bersama Arizona Cardinals, ditemukan meninggal pada Sabtu, menurut pihak berwenang. Ia berusia 25 tahun.
Polisi menyatakan Moore meninggal karena dugaan luka tembak yang dilakukan sendiri. Moore ditemukan meninggal di garasi sebuah properti di kota kelahirannya, New Albany, ujar Kepala Polisi Todd Bailey. Kematiannya masih dalam penyelidikan.
Rekomendasi Cerita
Koroner Floyd County, Matthew Tomlin, juga mengonfirmasi kematian Moore. Ia menyatakan otopsi akan dilakukan pada Minggu.
Setelah ditukar ke Atlanta Falcons pada 2024, Moore mengalami dislokasi lutut kanannya selama training camp dan tidak pernah bermain untuk mereka. Ia menandatangani kontrak dengan Minnesota Vikings pada 2025, tetapi lutut kirinya cedera parah saat mengembalikan punt dalam pertandingan ekshibisi pertama mereka dan menghabiskan satu musim penuh lagi di injured reserve. Moore begitu terpukul setelah menyadari keseriusan cedera tersebut sehingga ia menghantamkan tangannya ke sebuah gerobak begitu keras hingga suaranya terdengar di seluruh stadion.
Vikings menyatakan mereka telah berbicara dengan keluarga Moore untuk menyampaikan belasungkawa dan dukungan.
“Saya hancur mendengar kabar kematian Rondale. Meski Rondale hanya menjadi anggota Vikings untuk waktu singkat, ia adalah seseorang yang kami kenal dengan baik dan sangat kami pedulikan,” ujar pelatih Kevin O’Connell dalam pernyataan yang disebarkan tim. “Ia adalah pria muda yang rendah hati, bicara halus, dan santun yang bangga akan akar Indiananya. Sebagai pemain, ia disiplin, dedikatif, dan tangguh meski berulang kali menghadapi cobaan dengan cedera yang menggesernya sepanjang karier. Kami semua sedih karena ia tidak akan dapat melanjutkan mimpinya di NFL dan kita semua tidak lagi punya kesempatan menyaksikannya berkembang.”
Moore, di kanan, telah melewatkan dua musim NFL terakhir akibat cedera lutut yang mengakhiri musimnya [File: Kara Durrette/Getty Images]
Dalam pernyataannya, Cardinals menyatakan mereka “hancur dan berduka.”
“Pikiran dan belasungkawa terdalam kami untuk keluarganya, teman-temannya, rekan setim, dan semua yang mencintainya serta memiliki hak istimewa mengenal pribadi yang spesial seperti dirinya,” tulis tim tersebut dalam sebuah unggahan media sosial.
Moore tumbuh besar di New Albany, tepat di seberang perbatasan Indiana dari Louisville, Kentucky, dan menjadi tim All-American sebagai freshman di Purdue pada 2018.
Direkrut di ronde kedua oleh Cardinals pada 2021, Moore meraih 1.201 yard penerimaan dan tiga touchdown ditambah 249 yard lari dan satu skor selama tiga musim. Ia menjadi returner utama untuk kickoff dan punt di musim rookienya sebelum cedera menjauhkannya dari peran tersebut.
“Bahkan tidak bisa mulai membayangkan atau mencerna ini,” ujar mantan rekan setim Moore di Cardinals, J.J. Watt, di media sosial. “Ini tidak mungkin. Terlalu cepat. Terlalu spesial. Masih begitu banyak yang bisa diberikan. Tenanglah dalam damai, Rondale.”