Risiko Kebakaran Hutan saat Perubahan Iklim Memicu Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Selatan | Berita Krisis Iklim

Pemerintah Daerah Keluarkan Peringatan Baru Soal Risiko Kebakaran Hutan

Otoritas lokal telah mengeluarkan peringatan terbaru mengenai risiko kebakaran hutan dan mendesak warga untuk berlindung, seiring dengan gelombang panas ekstrem pertama musim panas di Eropa Selatan. Para ahli menghubungkan frekuensi dan intensitas suhu yang melonjak ini dengan perubahan iklim.

Gelombang panas hebat tercatat di Italia, Yunani, Spanyol, dan Portugal selama akhir pekan hingga Minggu, di mana penduduk lokal maupun turis berjuang menghadapi cuaca yang terik. Ambulans juga siaga di dekat destinasi wisata populer.

Dua pertiga wilayah Portugal berada dalam status siaga tinggi Minggu ini akibat suhu ekstrem dan kebakaran hutan, dengan suhu di Lisbon diperkirakan mencapai 42°C (107°F). Di ibukota tersebut, apoteker Sofia Monteiro (39) mengatakan kepada AFP bahwa meski menyarankan orang untuk "tidak keluar" saat jam terpanas, "sudah ada beberapa kasus heat stroke dan luka bakar."

Beberapa wilayah di selatan Portugal, termasuk Lisbon, mendapat peringatan merah hingga Senin malam akibat "suhu maksimum yang sangat tinggi secara konsisten," kata IPMA. Kebanyakan wilayah Portugal dan pulau Sisilia di Italia juga dalam status waspada tinggi, di mana pemadam kebakaran menangani 15 titik api pada Sabtu.

Di Italia, beberapa daerah seperti Lazio, Tuscany, Calabria, Puglia, dan Umbria berencana melarang pekerjaan luar ruangan pada jam terpanas. Serikat pekerja mendorong pemerintah memberlakukan kebijakan serupa di tingkat nasional. Kementerian Kesehatan Italia menetapkan 21 dari 27 kota yang dipantau dalam status siaga panas tertinggi, termasuk Roma, Milan, dan Napoli.

Departemen gawat darurat rumah sakit melaporkan peningkatan kasus heat stroke, kata Wakil Presiden Perhimpunan Medis Darurat Italia, Mario Guarino. "Kenaikannya sekitar 10%, terutama di kota dengan suhu tinggi sekaligus tingkat kelembapan tinggi," ujarnya. Korban umumnya lansia, penderita kanker, atau tunawisma dengan gejala dehidrasi dan kelelahan.

MEMBACA  Eksklusif: Startup Teknologi Iklim Brineworks Kumpulkan Dana $5,5 Juta

Yunani kembali waspada kebakaran hutan seiring gelombang panas yang diperkirakan berlanjut hingga akhir pekan. Kebakaran besar terjadi di selatan Athena pada Kamis, memaksa evakuasi dan penutupan jalan dekat Kuil Poseidon. Otoritas Yunani mengerahkan 130 petugas pemadam, 12 pesawat, dan 12 helikopter untuk memadamkan api.

Di Spanyol, suhu mencapai 42°C (107°F) di Sevilla dan wilayah selatan-tengah negara itu. Daerah selatan Spanyol mencatat suhu di atas rata-rata musiman, memicu peringatan kesehatan. AEMET menyatakan Juni ini kemungkinan akan menjadi bulan terpanas sejak pencatatan dimulai.

Efek ‘Pulau Panas Perkotaan’

Peristiwa cuaca ekstrem semakin umum di Eropa Selatan akibat pemanasan global. Studi Lancet Public Health tahun lalu memprediksi kematian terkait panas bisa meningkat lebih dari empat kali lipat pada pertengahan abad ini.

Meski lebih banyak orang meninggal karena dingin, kenaikan suhu akan mengimbangi manfaat musim dingin yang lebih ringan, sehingga secara neto kematian akibat panas tetap naik signifikan.

Perubahan iklim memperparah gelombang panas, khususnya di kota-kota dengan efek "pulau panas perkotaan" yang meningkatkan suhu di antara bangunan padat. "Gelombang panas di Mediterania semakin sering dan intens, bahkan mencapai 37°C (100°F) atau lebih di kota-kota," kata peneliti ISPRA Emanuela Piervitali.

Para ahli mengingatkan bahwa panas ekstrem bisa mengganggu kehidupan sehari-hari, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Otoritas setempat menganjurkan untuk menghindari aktivitas fisik saat jam terpanas dan banyak minum air.