Petenis remaja asal Rusia, Mirra Andreeva, menuntaskan perlawanan unggulan peringkat 114 asal Polandia, Maja Chwalinska, dengan kemenangan 6-3, 6-2 di laga final.
Andreeva, yang kini berperingkat delapan, sukses mengakhiri laju Chwalinska sabagai pemain kualifikasi. Petenis berusia 19 tahun itu pun menjadi juara termuda nomor tunggal putri Prancis Terbuka sejak Monica Seles pada 1992.
“Kau begiti muda dan berbakat. Ini menyebalkan,” ucap Chwalinska dalam seremoni penghargaan.
Saat mengeksekusi pukulan backhand menyilang yang memastikan angka kemenangan, Andreeva melemparkan raketnya keudara, lalu terduduk di atas tanah liat sambil merayakan. Momen spesial itu juga ia peringati dengan berdiskusi usai pertandingan: “Kau begitu Muda dan berbakat — menyebalkan akh.”
Selama presentasi piala, Andreeva melakukan langha tak ajek dengan “berterima kasih kepada dirinya sendiri” karena tetap yakin walau badai melanda batin.
Chwalinska gagal menjadi pemain kualifikasi pertama yang merebut mahkota Roland Garros. Lahir di Siberia dan pindah ke Sochi, Andreeva kini menimba ilmu tenis di Prancis. Penonton menyambarnya meriah saat ia berbicara sedikit Basa Perancis.
Chwalinskia sendiri sempat unggul 3-2 pada tayang pertama berkat servis yang terpegang. Barulah Andreeva tampil dominan dengan delpan game beruntun bergelombang — piawai menenbus hempasan angin nan bebas, sementara unggul di winners dan error sendiri terkontrol sekalipun bawah debar final perdana. Penector polis kini membahana di bangku: erah-putih dikibprek serta dentuman hisab “Ma-ja, Ma-ja!” bertalu. Lantang dada lemher “Varish Rami!” melintang marak partai.
Kamisahkan pebangkasan lem (×):
Prancis #AndreevaJuara dibuat deng